Badan Jembatan II Barelang Pecah

0
300
Kondisi Kapal tanker yang menabrak Jembatan 2 Barelang-Batam, Rabu (23/1) sore. Namun, kondisi jembatan masih nampak kokoh. f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Pascaditabrak tanker, Jembatan II Barelang dikabarkan bergeser dari tiangnya. Untuk memastikan kabar ini, harus dicek dengan teliti.

Hasil sementara, ada badan Jembatan II yang pecah. Meski demikian, posisinya disebutkan masih aman untuk dilintasi.

Pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah mengecek lokasi jembatan. Berdasarkan pengecekan di lapangan, ada beberapa kerusakan beberapa bagian di box jembatan. Badan jembatan juga ada yang pecah-pecah.

Kabid Sarana dan Prasarana BP Batam, Boy Zasmita mengatakan, dari hasil investigasi di lapangan, ada beberapa kerusakan beberapa bagian di box jembatan. Badan jembatan juga ada yang pecah-pecah. ”Jadi kita siapkan visual. Nanti kita akan mengundang konsultan khusus jembatan,” kata dia, kemarin.

Terkait perkiraan kerugian, disebut akan dicek dari hasil visual, penyidikan dan uji. Selain itu, akan dicek lagi apakah ada penggeseran badan jembatan atau tidak, dari tiang. ”Sehingga diambil langkah, apa yang akan dilakukan agar kembali ke awal,” sambungnya.

Ditanya keamanan warga melalui jembatan, kata dia saat ini masih aman. Namun kondisi itu tidak bisa dibiarkan berlama-lama. ”Kalau dari visual, masih aman dilalui. Tapi kita tidak bisa lama-lama, tanpa pengecekan menyeluruh. Kita akan upayakan satu bulan ini selesai,” imbuhnya.

Kata dia, sekarang kapal tanker yang menabrak jembatan itu sudah dilepas, tapi tidak bisa keluar Batam.

”Kita lepas, tapi tidak bisa keluar Batam (dicekal). Kita tunggu proses dan kepolisian juga melakukan proses hukumnya. Pasti ada sanksi nanti, karena ini aset negara harus dikembalikan, seperti awal,” tegasnya.

Kapal tanker MT Eastern Glory yang menabrak Jembatan II Barelang, Rabu (23/1) sore lalu sudah ditarik dari bawah jembatan itu.

Meski demikian, Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai pihak yang bertanggungjawab atas jembatan, saat ini masih meneliti kerusakan di jembatan. Selain itu, BP Batam akan menghitung kerugian untuk diminta pertanggungjawabannya kepada pemilik kapal.

Penegasan itu disampaikan Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady, Kamis (24/1) di Batam. Ia mengatakan, tim BP sudah turun mengecek kerusakan jembatan. Termasuk informasi yang menyebut jembatan bergeser dari posisi awal beberapa centimeter.

”Masih dicek ke lapangan untuk bisa dihitung kerugian. Sekaligus untuk memastikan, siapa yang bertanggungjawab,” kata Edy.

Disebutkannya, pihaknya sudah melihat jika jembatan mengalami kerusakan. Namun belum diteliti secara detail.

”Jadi sekarang, dihitung berapa kerugian. Siapa yang bertanggungjawab, kalau menurut hukum, yang punya kapal. Ada tim yang menghitung ke sana untuk nanti dilakukan perbaikan,” sambung Edy.

Karena masih diidentifikasi, maka perbaikan jembatan juga belum direncanakan dilakukan kapan. Namun berangkat dari kejadian itu, pihaknya akan menyiapkan langkah, mengantisipasi kejadian yang sama terjadi.

”Misalnya, yang bisa lewat kapal dekat situ, ada standar. Diatur mulai besar kapal, muatan berapa dan kecepatan kapal. Sehingga tidak menyebabkan jembatan sampai roboh ke depan,” tegas Edy.

Sebelumnya diberitakan, Kapal tanker bernama lambung MT Eastern Glory, menabrak sisi Jembatan 2 Barelang. Kapal tanpa muatan itu menabrak saat akan memutar dengan dibantu tugboat.

Tugboat tidak kuat menahan angin yang menggeser tanker hingga akhirnya mengajar ke Jembatan II. Apalagi saat itu, arus cukup deras di Jembatan menambah percepatan pergeseran kapal hingga akhirnya mengenai Jembatan II. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here