Badan Perjuangan Otonomi Khusus Barelang Dibentuk

0
922
WISATA ANDALAN: Jembatan 1 Barelang, salah satu lokasi andalan wisata di Batam. F-martunas/tanjungpinang pos

Dorongan pembentukan Provinsi Khusus Batam yang awalnya dicetuskan mantan Presiden dan mantan Ketua Otorita Batam, BJ Habibie beberapa tahun lalu, kini ditindaklanjuti. 

BATAM – Sejumlah elemen masyarakat Batam bersama anggota DPRD Kepri dari Batam membentuk Badan Perjuangan Otonomi (Provinsi) Khusus Barelang. Hal itu diungkapkan Ketua Panitia khusus (Pansus) pengembangan Kota Batam (PKB), DPRD Provinsi Kepri, Taba Iskandar, Minggu (21/5) di Batam.

Diakui Taba, Badan Perjuangan Provinsi Khusus Barelang diisi elemen dari berbagai profesi. Termasuk di dalamnya ada mantan Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo sebagai ketua Dewan Penasehat.

”Pak Soerya ketua dewan pembina bersama beberapa orang. Ada tokoh masyarakat. Ampuan Situmeang (pengacara) ketua bidang kajian hukum. Ada Asmin Patros (anggota DPRD Kepri) di dalamnya,” ungkap Taba.

Menurut Taba, dalam hal ini dirinya salah seorang yang terlibat dalam perencanaan itu. Menurutnya, provinsi khusus, bisa menyelesaikan masalah kewenangan di Batam.

Baca Juga :  Monitoring, Satpol Bongkar Bangunan Tak Sesuai IMB

”Nanti satu gubernur dengan dua wakil. Satu mengurusi pemerintahan dan satu mengurusi investasi dan industri. Ini solusi,” tegasnya.

Namun diingatkannya, hal itu pembicaraan untuk terakhir ke depan. Lebih dari itu, hal yang utama diakui Taba yang sudah disepakati, bentuk daerah otonomi khusus di Batam.

”Apakah jadi provinsi khusus atau kota khusus, itu soal lain,” kata Taba.

Diakuinya, perjuangan ke depan difokuskan pada otonomi khusus. Menurutnya, otonomi khusus di Batam, harus ada, walau status Batam saat ini sudah menjadi daerah dengan kekhususannya.

”Undang-undang tidak mengatur jelas, khusus itu hanya provinsi. Jadi bisa saja nanti, kota khusus Batam, kenapa tidak? Tapi itu nanti. Kita paling penting, daerah otonomi khusus,” tegas Taba.

Baca Juga :  5 Kasus DBD di Perumahan Taman Surya Indah

Langkah itu diakui sebagai solusi atas permasalahan kewenangan yang tidak bisa diabaikan saat ini. Dimana, dinilai Taba, Batam memiliki sistem yang agak rancu dibanding daerah lain. Dimana di daerah lain, Badan Pengusahaan (BP) Kawasan berada dalam daerah otonomi.

”Ini daerah otonom. Tapi daerah otonomi dalam kawasan. Pemda dalam kawasan. Harusnya dibalik. Ini harus diselesaikan. BP Batam harus fokus investasi,” katanya.

Dalam rangka menyelesaikan masalah itu, sehingga didorong Badan Perjuangan Provinsi Barelang. Kantornya berada di Batam Centre.

”Kita harus menyelesaikan kewenangan di Batam. Batam harus dikasih obat. Kalau nggak, diamputasi atau bisa dikasih obat penenang,” cetusnya.

Namun di pihak lain, Ampuan Situmeang mengatakan, pembentukan Provinsi Khusus Barelang, masih gagasan.
Hal itu diakui sedang diproses untuk dilakukan pengkajiannya secara konprehensip/paripurna.

Baca Juga :  Kecerian Guru-guru SD di Kijang pada Peringatan Hari Guru Nasional

”Kita ingin mendorong kekhususan dari pelaksana sistem hukum administrasi negara di Batam,” tegasnya.

Disebutkan, ke depan malah bisa jadi Provinsi Kepri yang didorong memiliki kekhususan. Sehingga provinsi khusus Batam, hanya alternatif.

”Bukan tidak mungkin, ke depan Provinsi Khusus Kepulauan Riau yang menjadi salah satu pilihan alternatifnya,” sambung Ampuan.

Menurutnya, banyak argumentasi yang perlu dibangun untuk menyajikan berbagai pilihan. Jika gagasan pembentukan Provinsi Khusus Barelang, tidak mereduksi atau merubah status Provinsi Kepri, maka pasti mudah menjaring dukungan dari berbagai kalangan.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here