Bagi-bagi Jeruk, Bupati Ajak Tingkatkan Nasionalisme

0
832
BUPATI Bintan H Apri Sujadi bersama tokoh tionghoa Bintan Salikin dan Aliang, pada saat sembahyang keselamatan di vihara Bhakti Sasana Kijang, baru-baru ini.F-yendi/TANJUNGPINANG POS

Tradisi Malam Imlek, Ribuan Warga Tionghoa Sembahyang

KIJANG – Ribuan warga Tionghoa di Bintan, akan memanjatkan doa keselamatan dan rasa syukur, saat melakukan sembahyang, penyambutan Tahun Baru Imlek, Kamis (15/2) malam ini. Beberapa tradisi Imlek pun akan dilakukan warga tionghoa di Kijang, Bintan Timur dan sekitarnya.

Sejumlah warga di Pasar Inpres Berdikari Kijang, terlihat membersihkan rumah dan ruko dagangannya, Rabu (14/2) kemarin. Tradisi Imlek pun bakal berlanjut, sehari sebelum hari H, Kamis (15/2) malam ini. Biasanya, malam penyambutan Imlek ini para warga tionghoa berkumpul ke rumah orang tua, untuk makan malam bersama. Tradisi ini menjadi momen-momen bahagia.

Baca Juga :  Sortir Surat Suara Masih Menunggu Juknis

”Kamis malam ini, biasanya kami akan kumpul di rumah orang tua. Budaya seperti ini udah lama sekali. Dan khusus di Kota Kijang, setelah makan malam bersama, akan berkumpul ke klenteng (vihara) Bhakti Sasana di Pasar Berdikari,” kata Salikin, tokoh pemuda tionghoa Kabupaten Bintan, Rabu (14/2) kemarin.

Di klenteng Bhakti Sasana Pasar Berdikari ini, ribuan warga akan melaksanakan sembahyang sampai tengah malam, atau pukul 00.00 untuk menyambut Imlek. Suasana meriah Hari Raya Imlek akan terlihat ketika dilaksanakan pesta kembang api.

”Kamis malam ini, akan dilakukan pesta kembang api sebagai tanda pergantian tahun anjing tanah. Tradisi kami, akan bersalam-salaman sama teman, dan keluarga,” jelasnya.
Pada hari pertama Imlek, para warga tionghoa akan berkunjung ke keluarga yang lebih tua. Ini bermakna orang yang muda harus menghormati yang lebih tua.

Baca Juga :  Bupati Tinjau Persiapan Upacara HUT RI

”Tradisi yang lebih lazim itu, bagi-bagi jeruk Imlek. Dulu tradisi itu ada. Cuma sekarang dengan berjalanan waktu, udah mulai berkurang tradisi bagi jeruk ini. Tapi, setiap tamu yang datang ke rumah, pasti disajikan jeruk Imlek itu. Maknanya supaya makin hoki atau keberuntungan,” terangnya.

”Nah, kalau saudara yang muda berkunjung ke rumah saudara yang tua, pasti dibawakan 2 buah jeruk. Begitu pun sebaliknya, biar sama-sama dapat hoki,” sambung Salikin.

Bupati Bintan H Apri Sujadi menyambut baik dengan perayaan Imlek, yang bakal digelar ribuan warga Tionghoa di Kabupaten Bintan. Bupati berpesan agar semua warga Bintan saling menghormati keberagaman suku dan agama di Kabupaten Bintan ini.

Baca Juga :  262 Pegolf Ramaikan Piala Presiden BLR

”Mari kita tingkatkan rasa nasionalisme, jangan ada perselisihan antaragama, dan jauhkan hal-hal yang bisa merusak nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Khususnya di Kabupaten Bintan,” demikian H Apri Sujadi. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here