Bagi Orang Tua yang Khawatir, Boleh BDR

0
182
BUPATI Bintan H Apri Sujadi menyalami murid Sekolah Dasar sebagai sentuhan pendidikan budi pekerti, di sela kunjungan kerja ke Tambelan, tahun lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

Pemkab Bintan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, akan melaksanakan aktivitas belajar mengajar tatap muka di sekolah, pertengahan September nanti. Namun, bagi orang tua yang khawatir, anaknya masih boleh belajar dari rumah (BDR).

BINTAN – KEPALA Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan Tamsir SSi MSi menjelaskan, Disdik Bintan sudah membuat kebijakan, untuk melaksanakan belajar tatap muka di sekolah bagi TK, SD, dan SMP. Kebijakan itu sesuai dengan perubahan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri, yang menyatakan daerah yang berada di zona hijau dan kuning, diperbolehkan membuka sekolah atau belajar tatap muka di sekolah.

Sesuai SKB 4 menteri itu, Bintan diperbolehkan masuk sekolah, atau belajar tatap muka di sekolah. Asalkan tidak ada penambahan kasus baru. Menurut Kadisdik, aktivitas belajar mengajar di sekolah akan kembali dibuka, pada pertengahan September nanti, dengan syarat tidak ada penambahan kasus baru Covid-19.

Baca Juga :  Busana Lycie 4 Terbaik

Sekolah yang pertama akan dibuka adalah jenjang SMP. Sedangkan untuk SD akan dibuka, sebulan setelah SMP dibuka. Sebulan setelah SD dibuka, selanjutnya jenjang TK dan PAUD yang dibuka.

Sebelum belajar tatap muka di sekolah dibuka, Tamsir menyatakan, masing-masing sekolah akan mengundang seluruh orang tua dan wali murid, untuk meminta persetujuan. Bagi orang tua yang tidak setuju atau merasa khawatir atas kesehatan anaknya, berhak untuk menolak.

”Kalau khawatir, mereka tetap boleh melakukan proses belajar dari rumah, atau BDR. Bagi orang tua dan wali murid yang setuju belajar tatap muka, anaknya akan belajar di sekolah,” demikian disampaikan Tamsir, Jumat (28/8).

Baca Juga :  BP Segera Transformasi FTZ ke KEK

Bupati Bintan H Apri Sujadi membenarkan rencana Pemkab Bintan, akan melaksanakan aktivitas belajar mengajar tatap muka di sekolah, dengan catatan tidak ada penambahan kasus Covid-19 untuk beberapa pekan ke depan. Saat ini, infrastruktur atau sarana pendukung protokol kesehatan Covid-19, setiap sekolah sudah mempersiapkannya. Seperti hand sanitizer, masker, alat pengukur suhu, alat penyemprot desinfektan, dan lain-lain. Penyiapannya melalui anggaran dan bantuan operasional sekolah nasional (Bosnas).

Untuk sistem masuk sekolah nantinya, setiap siswa masuk sekolah cukup 3 hari dalam seminggu, dan bergantian. 1 kelas hanya maksimal 15 sampai dengan 20 orang siswa, tidak ada jam istirahat, dan maksimal 4 jam belajar. Setiap hari, waktu pulang sekolah dipercepat. Standar operasional prosedur (SOP) masing-masing sekolah sudah dibuat, tinggal pelaksanaan.

Baca Juga :  Sssst... Permohonan Poligami Naik Drastis

Selanjutnya, kata H Apri Sujadi, SOP protokol kesehatan belajar tatap muka di sekolah itu segera disosialisasikan. Agar tidak ada kendala, bila nantinya sekolah mulai dibuka.

”Tentunya sebelum dibuka, kita akan sosialisasikan terlebih dahulu. Agar nantinya, orang tua dan wali murid tidak bingung atas SOP yang kita berlakukan di sekolah itu. Kebijakan ini, tentunya akan kita rapatkan lagi,” jelas bupati.(YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here