Bahas Kesejahteraan dan Kemajuan Guru

0
845
BERBINCANG: Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Rahma berbincang dengan Kepala SDN 11 Tanjungpinang Timur dan beberapa guru lainnya. F-Tunas/tanjungpinang pos

Kepri Tuan Rumah Raker PGRI Nasional

TANJUNGPINANG – Kepri menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Rapat Keja (Raker) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Nasional. Rencananya akan dilaksanakan di Kota Batam, yang berlangsung pada 31 Januari hingga 4 Februari 2018 mendatang.

Hal ini dikatakan Ketua PGRI Provinsi Kepri, sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG kepada Tanjungpinang Pos, Senin (2/10).

Raker ini baru pertama kali diadakan di Kepri dengan pilihan Kota Batam. Pertemuan tersebut nantinya akan membahas tentang kesejahteraan dan kemajuan guru. Serta mengevaluasi kinerja organisasi PGRI se-Indonesia.

Baca Juga :  Warga Minta Pemko Bersikap Adil

Selain itu, melaksanakan Memorandum of Understanding (Mou) dengan DPR RI terkait sosialisasi 4 pilar bangsa serta lainnya. Bahkan dalam kesempatan itu, Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun juga direncanakan akan melaksanakan kerja sama dengan gubernur-gubernur lainnya, melalui MoU.

Diperkirakan kegiatan itu akan dihadiri sekitar 3 ribu orang peserta dari seluruh Provinsi di Indonesia. Itu terdiri dari lebih dari 500 Ketua PGRI kabupaten-kota di Indonedia. Setiap daerah mengirimkan sekitar tujuh peserta. ”Tiap daerah dari kabupaten-kota mengutus perwakilannya. Tentunya agenda ini membuat organisasi PGRI tetap solid,” paparnya.

Baca Juga :  Empat Sekolah Segera Dibangun

Wacananya, agenda ini akan digelar di salah satu hotel di Batam. Reker tingkat nasional akan di hadiri oleh Ketua PGRI pusat. Saat ini pihaknya masih melakukan persiapan untuk menyambut para pengurus PGRI pusat dan daerah lainnya.

Selama ini, pihaknya masih memperjuangkan sistem pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) melekat atau tidak terpisah dari gaji pokok. ”Ini perjuangan secara nasional dan harus sampai ke DPR RI. Mudahan ini dapat terealisasi sehingga pemberkasannya tidak ribet seperti sekarang ini,” tuturnya.

Dengan penyatuan sistem pembayaran TPG dengan gaji, dinilai akan mempersingkat birokrasi serta tidak membuat para guru kerja berulang. Selama ini, untuk mengambil tunjangan profesi ada berkas yang harus disiapkan setiap enam bulan.

Baca Juga :  Jangan Lupakan Sektor Pariwisata

”Gurukan sudah dianggap sebagai profesi, harusnya pembayaran TPG melekat pada gaji. Selama inikan tidak, bahkan pertiga bulan,” paparnya. “Contohnya aja profesi dokter, tunjangan dan gaji melekat. Jadi guru juga demikian agar mempermudah,” tuturnya.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here