Bahaya Kanker Disosialisasikan ke Kampus

0
547
KETUA YKI Kepri Hj Noor Lizah saat membuka sosialisasi dan penyuluhan tentang kanker di Aula Poltekkes Kemenkes RI, Jl. Seijang, Tanjungpinang, Rabu (14/3).f-istimewa/humas pemprov kepri

TANJUNGPINANG – Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kepulauan Riau Hj. Noor Lizah Nurdin Basirun mengatakan, generasi muda harus bebas kanker. Untuk itu pemahaman terkait kanker harus terus disosialisasikan.

”Kita harus terus peduli dalam menangani kanker dengan serius,” kata Noor Lizah saat membuka Sosialisasi dan Penyuluhan tentang Kanker di Aula Poltekkes Kemenkes RI, Jl. Seijang, Tanjungpinang, Rabu (14/3).

Noorlizah juga mengapresiasikan keberadaan YKI yang harus dapat dirasakan kiprahnya di tengah-tengah masyarakat. Terlebih di dunia pendidikan dengan terus melakukan sosialisasi terkait kanker.

Baca Juga :  FKDM Bersama Gugus Covid-19 Bagi-bagi Hand Sanitizer dan Masker

Dari data yang disampaikan Noorlizah mengatakan sepanjang 2017 telah dilakukan pemeriksaan terkait kanker sebanyak 14.610 orang dan terdeteksi pra kanker sebanyak 198 orang.

Noorlizah juga berharap dengan pengetahuan terkait kanker yang didapat para mahasiswi di bidang pendidikan kesehatan ini, kelak dapat mampu diaplikasikan kemampuannya di wilayah tugasnya. ”Selain dapat pengetahuan untuk diri sendiri juga dapat diberikan untuk masyarakat,” tambah Noorlizah lagi.

Sementara itu, Pudir II Iwan Iskandar menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan YKI memberikan sosialisasi ke Poltekkes dalam rangka YKI Goes To School. ”Agar para peserta dapat menambah pengetahuan tentang bahaya kanker tersebut,” singkat Iwan.

Baca Juga :  Selesaikan Lahan Waduk Kawal!

YKI Goes To School sendiri direncanakan akan mengunjungi 10 sekolah di tiap kabupaten dan kota di Kepri. Di Poltekkes sendiri sosialisasi mengundang narasumber dr. Zufri yang mengatakan bahwa kanker merupakan pembunuh nomor satu didunia apalagi untuk kaum wanita sendiri, kanker serviks menempati posisi kedua setelah kanker payudara.

Dalam 1 tahun sebanyak 500 ribu kasus ditemukan dan sebanyak 200 ribu menyebabkan kematian, sebesar 80 % sendiri terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. ”Meskipun sudah ada vaksin yang mencegah 80-90 persen namun pencegahan lebih baik daripada mengobati,” kata dr. Zufri.

Baca Juga :  Swasta Diminta Bantu Sarana Olahraga

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, sejumlah pengurus YKI Provinsi Kepri, dosen dan ratusan mahasiswi di Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang. (mas/ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here