Bakti Sosial Kesehatan Gigi ke Pelajar

0
217
H Syahrul bersalaman dengan anak pelajar sekolah dasar di pembukaan pemeriksaan gigi sehat. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, membuka secara resmi kegiatan Bakti Sosial sempena peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional tahun 2018 untuk pencegahan dini gigi berlubang dengan aplikasi flour pada anak SD. Acara ini dilaksanakan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kota Tanjungpinang di SDN 004 Tanjungpinang Kota, Sabtu (17/11).

Kegiatan ini merupakan kegiatan bakti sosial yang rutin dilakukan oleh PDGI di setiap tahunnya. Pada tahun 2018 ini dilaksanakan di tiga sekolah dasar yaitu SDN 004, SDN 010 dan SDN 005 dengan jumlah kurang lebih 600 siswa.

Syahrul sangat mengaparesiasi dan menyambut baik kegiatan yang di laksanakan oleh PDGI Kota Tanjungpinang.

”Saya mengapresiasi dan menyambut baik serta berterima kasih kepada PDGI yang telah membuat gagasan ini. Semoga terus berlanjut dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Syahrul juga menambahkan kegiatan ini merupakan salah satu action yang sangat bermanfaat sekali di tengah masyarakat khususnya bagi anak SD dan SMP.

”Sebagaimana kita ketahui bahwa pengetahuan tentang menjaga kesehatan gigi bagi orang tua wali murid sangat minim, sehingga anak-anak bebas mau makan apa saja tanpa ada larangan dan mungkin juga ini belum tersosialisasikan,” sambung Syahrul.

Secara nasional sebanyak 93 persen orang terjadi kerusakan gigi khusus gigi berlobang.

”Saya kira ini tanggung jawab kita semua karena ke depan bagaimana hal ini dapat minimalisir, karena kita ingin masyarakat kita sehat semuanya. Sehat itu mencakup berbagai hal, seperti sehat jasmani dan rohani termasuk kesehatan mulut dan gigi,” lanjutnya.

Syahrul juga mengatakan berdasarkan laporan yang ia terima melalui Dinas Kesehatan ada hal yang harus mendapat perhatian khusus terutama bagi remaja dan anak-anak.

”Angka merokok mahasiswa dan siswa yang semakin meningkat, tercatat pada tahun 2013 terdapat 6,1 persen sedangkan sekarang anak yang merokok itu sudah mencapai 9,1 persen berarti naik 3 persen. Ini harus kita cegah, hapus dan berikan pemahaman tentang merokok itu tidak sehat. Untuk itu pada saat ini pemerintah daerah memiliki peraturan daerah tentang rokok, karena merokok juga memiliki dampak kepada mulut dan gigi,” tambahnya.

Di akhir sambutannya Syahrul berharap dengan kegiatan ini akan memotivasi para guru para orang tua untuk dapat bersama-sama menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak.

Sebelum membuka acara secara resmi, Syahrul juga meninjau pelaksanaan pemeriksaan dan pencegahan dini gigi berlubang dengan aplikasi flour pada anak SD yang telah dilakukan oleh PDGI Kota Tanjungpinang. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here