Baloi Kolam Jadi Ikon Baru

0
1052
Walikota Batam Rudi memberikan arahan untuk pelebaran jalan dan penertiban di daerah Baloi beberapa waktu lalu.f-istimewa/humas pemko batam

BATAM – Relokasi warga Balai Kolam direncanakan segera digelar dan akan selesai tahun ini juga. Relokasi ditargetkan cepat selesai untuk mengejar sertifikat gratis bagi penerima kaveling sebagai ganti rugi untuk warga Baloi Kolam. Selanjutnya, Baloi Kolam dibangun dan dijadikan ikon Batam yang baru dengan bangun-bangunan menjulang.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Batam, HM Rudi, Rabu (18/4) di Batam. Ditargetkan, sebanyak sekitar 4.500-an warga Baloi Kolam dipindahkan ke lima titik lokasi kapling yang disiapkan di Nongsa dan Tanjungpiayu. Pemindahaan diakui akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Hanya saja, tidak disebutkan jadwal pastinya. ”Saya sampaikan, dalam waktu dekat akan ambil tindakan,” tegas Rudi.

Baca Juga :  Pedagang Demo Minta Gratis Dagang di Lapak

Dalam memudahkan warga, aparat kepolisian dan TNI akan ikut serta dalam membantu proses relokasi, dibantu Satpol PP dan Ditpam BP Batam. ”Kita mengejar sertifikat gratis untuk kapling warga yang direlokasi dari Dam Baloi (Baloi Kolam). Jadi, warga relokasi dapat kapling dan juga sertifikat gratis. Mumpung ada program sertifikasi, nanti saya akan kasih sertifikasi tanpa bayar,” ungkap Rudi.

Nantinya, Dam Baloi dijanjikan dibangun bersama dengan pengusaha, sebagai kawasan baru yang menyerupai Singapura. Sementara jalan dekat Flyover nantinya akan dibuat jadi lima jalur, termaksud yang dari arah Sei Panas. Sehingga, tidak terjadi kemacetan setelah pembangunan kawasan Baloi Kolam selesai dilakukan pengusaha.

Baca Juga :  ZoomBA Beri Solusi Gagal di Perencanaan Bisnis

Nanti jalan lima jalur. Itu (Baloi Kolam) menjadi destinasi baru. Nanti kami dan pak Lukita akan menjadikan sebagai icon baru Batam, dengan bangunan menjulang,” kata Rudi lagi.

Dijelaskan, data yang mereka sekitar 4.500 kepala keluarga di Baloi Kolam. Kita punya niat. Pak lukita punya lahan. Untuk mendapatkan dukungan dan memudahkan relokasi, maka pengusaha (penerima alokasi lahan) akan memberikan pesangon (ganti rugi) untuk pemindahan Dam Baloi. ”Jadi saya sampaikan, ganti rugi 15 juta per rumah. Bukan per KK ya. Ditambah kapling. Luasnya tergantung pak Lukita,” sambungnya.

Diakui Rudi, dirinya mengungkapkan ganti rugi 15 juta per rumah ditambah kapling siap bangun (KSB), agar semua masyarakat tahu. Sehingga hak-hak masyarakat juga diketahui tanpa ada yang dirugikan. Selain itu, nantinya juga akan dibangun tempat ibadah. ”Itu perlu saya sapaikan karena banyak kepentingan,” cetus Rudi.

Baca Juga :  Tiga Hari Lagi Pajak Naik

Diakui Rudi, semua pihak, dalam hal ini OPD dan FKPD mendukung pemindahan warga Baloi Kolam. ”Kita pindahkan, karena jantung Batam ada disana. Kalau sudah dikasih Rp15juta, dikasih kaveling, manusiawi nggak? Tugas kita meluruskan di medsos. Ini akan dibagi habis (ganti rugi),” beber Rudi.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here