Bandara Busung Jadi Bandara Komersil

0
936
TURIS asal Austria Mr Claus bersama pengunjung dari luar daerah Bintan menikmati durian Bintan. Pembangunan Bandara Busung bakal meningkatkan kunjungan turis. f-yendi/tanjungpinang pos

Bupati Ingin Ada Lowongan untuk Ribuan Pekerja Lokal

BINTAN – BANDAR udara (bandara) khusus Busung direkomendasikan menjadi bandara komersil internasional. Tahun 2018 ini, sudah dibangun runway (landasan pacu). Selanjutnya,akan dioperasikan untuk rute Tiongkok dan Korea, pada tahun 2019.

Bupati Bintan H Apri Sujadi menyampaikan, Pemkab Bintan sudah menyampaikan rekomendasi usulan bandara internasioanl Busung menjadi bandara komersil itu, kepada Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, baru-baru ini. Dari pemerintah pusat merespon positif, usulan itu.

”Bandara internasional Busung, bukan lagi bandara khusus. Tapi, sudah diubah menjadi bandara komersil internasional. Tinggal realisasi pusat saja,” kata H Apri Sujadi menjawab Tanjungpinang Pos, di sela festival dan bazar durian di Bintan Bekapur, Desa Bintan Buyu, Minggu (7/1) kemarin.

Bupati mengimpikan, bandara internasional Busung ini membuka dan merekrut ribuan tenaga kerja lokal, sesuai dengan spesifikasi keahlian dan pendidikan. Namun lebih dari itu, bandara komersil internasional Busung ini, bisa mendatangkan tiga kali lipat kunjungan turis asing ke Bintan, untuk masa mendatang. Karena selama ini, turis masuk ke Bintan hanya melalui pintu masuk pelabuhan Lagoi, pelabuhan Tanjunguban dan sebagian dari pintu masuk Tanjungpinang.

”Saat ini saja, jumlah kunjungan turis ke Bintan lebih dari 360 ribu. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat jumlah pendudukan Bintan, berkisar 158 ribuan. Kalau bandara Busung beroperasi, bisa 5 kali lipat jumlah kunjungan turis ke Bintan,” sebut H Apri Sujadi.

Bangun Runway
Group General Manager PT BRC Lagoi Abdul Wahab menjelaskan, semua izin untuk pembangunan bandara Busung sudah dimiliki pihaknya. Bandara Busung akan dioperasikan untuk komersil dan publik, atas kerja sama dengan PT Angkasa Pura II (AP II). Saat ini, pematangan lahan bandara Busung sudah siap. Tahun 2018, dilanjutkan dengan kegiatan pembangunan runway. Tahap pertama dibangun runway sepanjang 3.000 meter. Pembangunan runway ini disejalankan dengan pembangunan terminal bandara.

”Jika kunjungan turis sudah mencapai 5 juta, runway tahap kedua kita bangun sepanjang 3.600 meter. Untuk master plan, ada tiga runway yang kita bangun di bandara komersil Busung ini,” jelas Abdul Wahab, kemarin.

Tahun 2019, Abdul Wahab mengungkapkan, pembangunan runway tahap pertama dan terminal bandara sudah siap. Pihak PT BRC akan melakukan beberapa uji coba (training), untuk penerbangan dunia, terutama ke Tiongkok (Cina) dan Korea.

”Training-training penerbangan awal ini, kita fokuskan kepada kerja sama dengan travel agent dulu, melalui carter-carter. Tahun 2020 lah, baru ready menjadi bandara komersil dan publik ini,” demikian dijelaskan Abdul Wahab.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here