Bandara RHF Masih Rugi Rp50 Miliar Per Tahun

0
1092
LANDASAN BANDARA: Inilah landasan Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang. F-Adly/Tanjungpinang Pos

Kenyataan pahit masih harus ditelan pihak pengelola Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Hingga tahun 2017, pihak pengelola Bandara RHF masih merugi Rp 50 miliar per tahun.

TANJUNGPINANG – Hal ini diungkapkan Manajer Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura II (AP) Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Frans Yosef kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (5/4).

”Bandara kita sudah internasional namun maskapi yang melayani bandara ini masih perlu ditingkatkan,” kata Frans Yosef, kemarin.

Ia mengaku masih melakukan upaya-upaya untuk menekan angka kerugian yang dialami.

”Untuk menekan angka kerugian terus kita lakukan di antaranya membuka selebar mungkin slot penerbangan untuk keberangkatan maupun kedatangan,” kata dia.

Menurutnya, grafik penumpang mulai menunjukkan angka naik dibandingkan tahun lalu. Jumlah penumpang 350 penumpang yang berangkat per hari dan tahun ini jadi 400 lebih per hari.

Ini tanda-tanda ke depannya bandara ini akan berkembang pesat.

”Kalau digabung antara keberangkatan dengan kedatangan sekitar 1.050 penumpang per hari,” paparnya.

Namun angka tersebut masih dinilai kurang seperti yang disampaikan salah satu manager maskapai penerbangan yang mengaku harus mengencangkan ikat pinggang guna melakukan penghematan.

”400 lebih penumpang itu masih belum cukup, minimalnya 567 penumpanglah per harinya mesti dibagi tiga maskapai,” bebernya yang menyebut angka tersebut berdasarkan penghitungan jumlah kuota penerbangan dengan tipe pesawat 800 NG yang berkapasitas maksimal 189 penumpang.

Selain meningkatkan jumlah penumpang, solusi yang patut dipertimbangkan oleh pengelola bandara adalah mengunci waktu penerbangan untuk pegawai ASN.

”Mesti bekerjasama dengan pemerintah untuk membuat aturan mengunci penerbangan, karena sejauh ini masyarakat masih tersugesti bahwa penerbangan yang baik itu melalui Bandara Hang Nadim Batam,” terangnya yang enggan namanya dikorankan.

Yosef berkeyakinan upaya yang sedang digesa mampu menekan angka kerugian yang terpaksa dipikul oleh bandara internasional terbersih di Indoneis ini. Namun ia yakin badai itu akan berlalu.(YOAN S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here