Bangun Embung Solusi Kekeringan

0
154
Warga Kota Tanjungpinang menerima bantuan air bersih gratis dari ormas Melayu Raya Kota Tanjungpinang. f-istimewa
infrastruktur air bersih yang dibangun pemerintah daerah masih sangat minim. Dampaknya, saat kemarau, warga kesulitan air bersih. PDAM juga mengurangi produksi karena sumber air sudah kering.

TANJUNGPINANG – Sementara harga air bersih yang dijual per tangki sangat mahal. Per tagkinya Rp60 ribu hingga Rp80 ribu ukuran 1 ton. Itu vuma cukup untuk dua hari. Satu bulan warga harus mengeluarkan uang tambahan kira-kira Rp900 ribu hingga Rp1 juta hanya untuk membeli air tanki. Waduk Gesek yang dibangun Pemprov Kepri yang sebelumnya mampu menyuplai air ke 4.800-an pelanggan sudah berhenti produksi sejak 16 hari terakhir ini.

Mantan pengawas PDAM Tirta Kepri Andi Anhar Chalid mengatakan, krisis air yang terjadi di Kota Tanjungpinang dan Bintan, karena kurang perhatian dari pemerintah daerah. Khususnya pembangunan infrastruktur air bersih. Di tengah upaya pemerintah membangun banyak infrastruktur, sektor air minum terkesan tersisihkan. Dampaknya, muncul banyak keluhan terkait pengelolaan air minum.

Pemerintah daerah bahkan kewalahan karena pengelolaan air minum merupakan ranah Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) di bawah naungan pemerintah pusat. Seharusnya, pemenuhan kebutuhan dasar warga negara terutama terhadap air bersih mutlak berada di pundak pemerintah daerah.

”Pada musim kemarau, air menjadi harga mahal yang harus dibayar masyarakat jika ingin memilikinya. Warga menjerit kesulitan air bersih. Hingga kemarin pemerintah belum memberikan solusi untuk jangka panjang,” kata Andi Anhar, kemarin.

Sambung mantan anggota DPRD Kabupaten Kepri (Bintan sekarang), jauh-jauh hari pemerintah sebenarnya telah meluncurkan berbagai program untuk mengentaskan permasalahan ketersediaan debit air. Salah satunya dengan mencanangkan program pembangunan dam di Gesek (sudah teralisasi) Dam Senggarang, Dam Dompak, namun tidak maksimal.

”Solusi atasi krisis air ke depan harus bangun embung,” ujarnya.

Pembangunan embung, sambung dia bisa dibangun di Senggarang, Dompak dan kawasan Bintan lainnya, sebab di Tanjungpinang air hujan cukup. Jadi, air hujan bisa ditampung di kawasan embung tersebut.

Sambung dia, dana untuk membangun embung tidak terlalu mahal, karena di Kota Tanjungpinang masih banyak lahan kosong. Masih banyak lahan milik pemerintah yang terlantar belum disentuh pembangunan.

Saran dia, anggaran untuk pembangunan embung bisa dari pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah.

”Pemko, Pemkab Bintan atau Pemprov Kepri harus menjadikan pembuatan embung sebagai program utama dalam mengatasi kebutuhan debit air,” ujarnya. Sambung dia, Gubernur Kepri juga diminta agar menempatkan Plt Dirut PDAM Tirta Kepri harus pengalaman di bidang air dan memiliki sertifikasi air.

Kata Andi Anhar, tidak seperti sekarang ini, menempatkan Plt Dirut PDAM Tirta Kepri yang tidak memiliki pengalaman di bidang air dan tidak memiliki sertifikasi air.

”Pak Gubernur harus mencari Dirut PDAM yang tahu tentang air. Banyak PR yang harus dibuat oleh PDAM nanti,” ujarnya.

”Saya juga heran, aturannya Plt Dirut hanya enam bulan saja, tapi ini sudah lama tidak juga dicarikan Dirut PDAM yang baru,” ujarnya.

Ia juga membeberkan, sejak ia menjadi pengawas PDAM, sejak tahun 1979 sampai 2015 lalu, PDAM tidak pernah untung. Namun, sejak ia masuk sebagai pengawas, PDAM bisa ber-laba atau untung sekitar Rp5 miliar. Dan, bisa membayar utang-utang PDAM.

”Bisnis air itu jelas karena pembelinya sudah ada. Tinggal majamenen dan orang yang ditempatkan di PDAM apakah benar-benar mengerti soal pembangunan air atau tidak,” ujarnya.

Sambung dia, kalau Gubernur Kepri serius membangun embung atau Dam, bisa melibatkan DPRD Kepri. DPRD Kepri bisa memanggil PDAM Tirta Kepri untuk hearing. Mempertanyakan apa yang akan dikerjakan dan rencana ke depannya seperti apa. Kalau tidak ada pembangunan embung, kata dia kekeringan air bersih ke depannya akan semakin parah.

”Jumlah penduduk terus bertambah, termasuk jumlah perumahaan tapi pembangunan infrastruktur air tersisihkan. Kita minta pembangunan infrastruktur air tidak boleh lagi tersisihkan,” ujarnya. (DESI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here