Bangun Home Stay di Teluk Keriting

0
431
RUMAH penduduk berdiri di atas laut di Teluk Keriting. Pemprov Kepri akan menjadikan kawasan ini menjadi kampung wisata. f-suhardi/tanjungpinang pos

TELUK KERITING – Proyek Gurindam 12 Tanjungpinang yang digagas Gubernur Kepri H Nurdin Basirun tidak hanya membangun jalan lingkar dan menyediakan 7 rest area sesuai jumlah kabupaten/kota di Kepri.

Namun, Gubernur juga sudah merencanakan menambah nilai wisata di Teluk Keriting. Wilayah ini akan dijadikan destinasi wisata baru. Pemukiman penduduk di tepi laut itu akan dijadikan Kampung Wisata.

Direncanakan, pemukiman itu akan ditata, dibangun pelantar, rumah warga dicat warna-warni dan akan dibangun home stay. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Pemprov Kepri, Ir Heru Sukmoro CES mengatakan, di desain yang mereka buat, memang akan ada pembangunan home stay di Teluk Keriting.

”Tapi bukan dibangun tahun ini. Mungkin tahun depan lah. Siap jalannya dulu dibangun,” ujar Heru Sukmoro kepada Tanjungpinang Pos, via ponselnya, Minggu (8/4).

Home stay ini akan dibangun di kawasan itu dan menjadi tempat menginap turis nantinya. Turis akan tinggal bersama masyarakat sehingga menjadi kesan tersendiri tinggal di perkampungan.

Inilah salah satu wisata tradisional yang akan ditawarkan ke turis dengan nuansa alami baik pemukiman penduduk dan laut jadi pemandangannya. Soal siapa yang akan mengelola home stay ini, belum diketahui. Namun, yang jelas home stay tersebut jika sudah dibangun merupakan aset Pemprov. ”Kalau soal pengelolanya, belum taulah. Kita bangun dulu nanti. Baru dibahas lagi,” tambahnya.

Saat ini, sudah terbentuk Forum Masyrakat Teluk Keriting yang terdiri dari ketua RW, ketua RT, tokoh pemuda, tokoh masyarakat termasuk diantaranya ada juga Syamsul Bahrum, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri dan Ade Angga, Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang.

Forum masyarakat ini, kata Heru, sangat membantu Pemprov Kepri dalam melakukan pembenahan Teluk Keriting. Jika ada yang perlu dibahas, cukup dengan forum masyarakat tersebut dan terorganisir.

Pada umumnya, warga Teluk Keriting mendukung program pembenahan kawasan itu. Apalagi, daerah itu akan dijadikan kampung wisata yang ke depan akan berdampak pada ekonomi warga setempat.

Heru menambahkan, tahun ini sekitar Rp 30 miliar dialokasikan untuk membenahi Teluk Keriting dari dinas yang dipimpinnya saja. Anggaran itu di luar alokasi Rp 110 miliar dari Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kepri yang akan membangun jalan lingkar.

Adapun anggaran Rp 30 miliar tersebut untuk membangun pelantar, perbaikan rumah penduduk dan perbaikan sarana prasarana lainnya. Rumah penduduk juga akan dicat warna-warni.

Saat ini, pihaknya sedang mempersiapkan proses lelang untuk pengerjaan proyek pembenahan Teluk Keriting. ”Masih ada yang perlu kita bahas dengan forum masyarakat. Tapi tak lama lagi segera dilelang,” ungkapnya.

Pembangunan jalan lingkar yang akan dilakukan Dinas PU dimulai dari daerah Teluk Keriting. Akan ada penimbunan laut untuk selanjutnya dibangun jalan raya di atas tanah timbunan itu. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here