Bangun Homestay di Pesisir

0
152
MENTERI Pariwisata RI Arief Yahya dan Kadispar Pemkab Bintan usai rapat di Jakarta, kemarin. f-istimewa/dinas pariwisata bintan

BINTAN – Pemkab Bintan terus mengembangkan fasilitas pendukung untuk kemajuan sektor wisatanya. Saat ini, usaha yang rencananya tengah dikembangkan adalah peningkatan infrastruktur pariwisata mulai dari homestay sampai dengan hal terkecil lainnya melatih tour guide.

Pemkab Bintan melalui anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat, serius memanfaatkan dana tersebut agar tepat sasaran dan bermanafaat terhadap lingkungan tempat tinggal masyarakat Pulau Bintan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemkab Bintan Ronny Kartika disinggung berapa persen Dana Desa (DD) khusus di Pemkab Bintan yang difokuskan untuk pemberdayaan pembangunan masyarakat desa, ia mengatakan, untuk 2018 ini sudah mencapai rata-rata 30 persen. Dana tersebut terserap lebih banyak untuk sektor pariwisata.

”Sudah hampir semua desa, namun pengembangannya berbeda. Rata-rata serapan anggarannya di atas 30 persen,” terang Ronny kepada Tanjungpinang Pos di Tanjungpinang, kemarin.

Ia melanjutkan, pengembangan berbeda antara sektor di darat dan di laut. Kalau di darat misalnya, desa wisata yang dikelola pada air tawar. Berbeda dengan desa wisata yang dikembangkan di pulau, misalnya desa wisata maritim

”Seperti tempat menyediakan, pendukung kapal boat kapal untuk pemancing. Bahkan kita sedang menggagas homestay, tempat penginapan di pulau-pulau. Jadi misalnya ada wisatawan yang datang, mereka bisa pakai untuk tempat penyewaan, tidak harus langsung pulang,” bebernya.

”Kita berlakukan bagi hasil, sebagian untuk BUMDes, sebagian untuk jasa rumah tersebut,” timpalnya.

Homestay kini menjad daya tarik tersendiri di daerah wisata. Homestay mengajak turis untuk menikmati wisata daerah tradisional. Mereka akan tidur di rumah sederhana dan bergabung dengan masyarakat lokal.

Seperti ini juga yang dirancang di Teluk Keriting Tanjungpinang. Kampung ini akan dijadikan Kampung Wisata dengan menyediakan beberapa homestay. Turis akan menikmati hidup bermasyarakat di tengah-tengah perkampungan.

Namun, warga sekitar harus bisa mengimbangi program tersebut. Masyarakat harus paham berbahasa Inggris agar bisa duduk bersama dan tertawa bersama turis-turis nanti. Sehingga turis akan merasakan nikmatnya hidup di tengah perkampungan. (ais/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here