Bangun Infrastruktur Sekolah Minim

0
323
KETUA Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu saat menyampaikan berbagai arahan kepada siswa baru SMPN 7 Tanjungpinang Timur. F-istimewa
Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni 2019 Pemerintah Kota Tanjungpinang telah disepakati bersama. Bahkan, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun melalui stafnya sudah selesai mengevaluasinya. Di struktur APBD 2019, pembangunan sarana fisik pendidikan minim.

TANJUNGPINNAG – KETUA Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu mengatakan, pada akhir tahun lalu tepatnya di penghujung pergantian tahun, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Tanjungpinang dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Tanjungpinang melakukan pembahasan atas evaluasi APBD oleh Pemprov Kepri.

Maskur mengatakan, untuk sektor pendidikan, tidak banyak alokasi pembangunan infrastruktur. Pembangunan sekolah baru tidak ada. Yang ada hanya anggaran untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB).

”Untuk bangun sekolah baru tidak ada tahun ini. Hanya beberapa RKB. Karena memang, anggaran untuk pendidikan lebih pada bantuan untuk siswa baru seperti seragam gratis,” ujar Maskur Tilawahyu.

RKB yang akan dibangun salah satunya di SDN 016 Tanjungpinang Timur dan sekolah lainnya. Sedangkan untuk membangun Unit Sekolah Baru (USB), nanti akan dicari dana dari pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Memang, kata politisi Demokrat Tanjungpinang ini, kebutuhan ruang kelas baru di Tanjungpinang masih sangat banyak. Kekurangan itu sudah terjadi bertahun-tahun. Untuk mengatasinya, maka jumlah siswa yang diperbanyak dalam satu kelas dan tidak sesuai lagi dengan Permendikbud.

Biaya seragam gratis tahun ini, Pemko Tanjungpinang menyiapkan sekitar Rp8,1 miliar untuk 6.000 hingga 7.000 siswa baru SD dan SMP baik negeri dan swasta yang ada di Ibu Kota Provinsi Kepri ini.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here