Bangun Kawal, Benamkan 149 Hektare

0
945
TINJAU: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun didampingi Kadis PU ABu Bakar dan Asisten III Syamsul Bahrum saat meninjau lokasi pembangunan Waduk Kawal, baru-baru ini.f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sekitar 149 hektare lahan akan dibenamkan sebagai penampungan air di Waduk Kawal, Bintan. Tahun 2017, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian Pekerjaan Umum telah memulai pembangunannya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kepri, Abu Bakar mengatakan, pembangunan Waduk Kawal akan berlanjut tahun ini. Jika belum rampung tahun 2018, diselesaikan di tahun berikutnya.

”Namun pihak BWS mengatakan sanggup menyelesaikannya tahun 2018 nanti. Kalau pembebasan lahan selesai tahun depan, berarti rampungnya tahun itu juga,” ujar Abu Bakar kepada wartawan, kemarin.

Untuk membangun waduk tersebut, mereka Pemprov Kepri dan Pemkab Bintan bekerja membebaskan lahan warga. Saat ini, sebagian lahan warga sudah dibebaskan.

Baca Juga :  Geopark Belum Dongkrak Wisman

Namun, masih ada lagi yang harus dibebaskan secepatnya tahun depan. Kemudian, sebagian lahan yang akan ditenggelamkan nanti adalah kawasan hutan lindung, hutan produksi. Soal lahan hutan lindung, pihaknya sudah menyurati Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Kemungkinan, pinjam pakai lahan hutan lindung itu akan disetujui mengingat kegunaan waduk ini untuk masyarakat luas.

Tinggi bendungan yang dibangun nanti sekitar 10 meter. Namun, lahan akan diisi air sekitar 5 meter saja dan tidak perlu pengerukan lahan lagi karena debitnya airnya sudah cukup besar.

Baca Juga :  Harga Solar Industri Lebih Murah Dibandingkan Bersubsidi

Kapasitas produksi waduk ini nanti sekitar 300-500 liter per detik. ”Air baku dari waduk ini dipersiapkan untuk keperluan air bersih masyarakat dan industri di Pulau Bintan,” bebernya.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sudah empat kali turun ke lokasi untuk melihat perkembangan pembangunan waduk ini. Gubernur tiga pekan lalu, juga sudah mengunjungi rencana lokasi pembangunan Waduk Busung. Nurdin Basirun meminta Pemprov Kepri intens koordinasi dengan Pemkab Bintan dalam menyelesaikan pembebasan lahan Waduk Kawal tersebut agar pembangunan bisa tepat waktu.

Saat ini, Kepri masih krisis air. Di 7 kabupaten/kota di Kepri, persoalan air bersih belum selesai. Untuk itu, Gubernur juga akan mengutamakan penyediaan sumber air baku di Kepri.

Baca Juga :  Tarik Pajak Khusus Rokok FTZ

Harapannya, ketersediaan air seimbang dengan pembangunan yang terus verjalan dan daya listrik yang sudah mencukupi saat ini.

”Pak gubernur merancang, air harus tersedia untuk masyarakat. Kalau nanti ada investor mau masuk, maka air juga harus tersedia. Air ini kebutuhan yang sangat vital,” bebernya. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here