Bangun Pos Jaga Jangan Tunggu Tumbal

0
462
KENDARAAN umum dan angkot melintas di depan pos jaga Bintan Centre, yang berada di persimpangan jalan. Posisi pos jaga ini mengganggu pandangan bagi pengendara di bagian utara. Pemindahan pos ini masih dikaji. f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – WARGA Batu Sembilan mendesak agar pos jaga yang biasa digunakan untuk satuan lalu lintas (Satlantas), di Bintan Centre, segera dibangun. Bangun pos tersebut jangan menunggu ada tumbal, atau warga yang mengalami kecelakaan.

Sementara, sebelum dirobohkan, forum lalu lintas dan angkutan jalan Kota Tanjungpinang akan mengkaji terlebih dahulu, keberadaan pos penjagaan di simpang lampu merah Bintan Centre (Bincen) tersebut. Kajian pos penjagaan yang disebut dilakukan, karena menghalangi penglihatan kendaraan. Pembahasan melibatkan Pemko Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Dinas PUPR.

Hal ini disampaikan Ketua forum lalu lintas dan angkutan jalan Kota Tanjungpinang, Riono, usai memimpin rapat koordinasi di Aula Dishub Kota Tanjungpinang, di Terminal Sungai Carang Tanjungpinang, Rabu (7/3) kemarin.

Selain Pemko Tanjungpinang, kata Sekretaris daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang ini, tim kajian pos tersebut juga melibatkan dari pihak kepolisian, serta akademisi di Tanjungpinang. Pasalnya, stakeholder terkait masuk bagian dalam forum lalu lintas dan angkutan jalan di Kota Tanjungpinang.

Kajian yang dimaksud, lanjut Riono, untuk memastikan pakah pos penjagaan tersebut, memang mengganggu atau menghalang penglihatan kendaraan atau tidak. Kalau mengganggu atau menghalangi penglihatan pengendara, maka pos penjagaan akan dirobohkan.

Untuk merobohkan pos penjagaan tidak begitu saja. Namun, ada proses yang perlu dilakukan. Pasalnya, pos penjagaan merupakan aset Pemko Tanjungpinang. Jadi, forum lalu lintas dan angkutan jalan ini perlu mengirim surat ke Pemko Tanjungpinang berdasarkan kajian yang sudah dilakukan.

”Kalau kita robohkan, tidak ada pos penjagaan lagi di daerah Bincen tepatnya di simpang lampu merah tersebut,” terang dia.

Kalau sempat terjadi macet, lanjut dia, masyarakat khususnya pengendara protes tidak ada petugas untuk menertibkan kendaraan tersebut. Dan bakal dibilang dikarenakan tak ada pos penjagaan.

Apabila dibangun kembali pos penjagaan tersebut, tanya dia, akan dibangun di daerah mana. Yang ia tahu, kalau bangun di atas lahan penghijauan tidak boleh.

”Hal-hal seperti ini yang perlu kita kaji dulu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah dapat hasil kajiannya,” sebut dia.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here