Bangun Puskesmas di Perbatasan

0
787
MENTERI TINJAU STAN: Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F Moeloek meninjau sejumlah stan kesehatan usai membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah Kepri di Nagoya, Batam, Selasa (11/7). f-martua/tanjungpinang pos

Kepri Minta DAK Rp 600 Miliar ke Menteri Kesehatan

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Kementerian Kesehatan RI membangun fasilitas kesehatan di seluruh daerah perbatasan di Indonesia.

BATAM – PEMERINTAH pusat merencanakan akan membangun sekitar 5.000 puskesmas di daerah perbatasan dan dibangun dengan berkala. Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F Moeloek mengatakan, pihaknya sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo akan mengembangkan puskesmas di perbatasan. Dan Kepri salah satu daerah perbatasan.

”Tahun ini sudah disiapkan anggaran khusus DAK puskesmas di perbatasan. Kami tahun ini ada DAK untuk membangun 124 puskesmas di perbatasan,” ujarnya, Selasa (11/7) di Nagoya, Batam, saat membuka Rapat Kerja Kesehatan daerah Kepri.

Ia juga mengingatkan, daerah yang mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) agar menjalankan programnya. Serapan DAK sudah harus 75 persen pada triwulan III. Jika tidak, ke depannya sisanya tidak dialokasikan ke daerah. Namun jika realisasi sesuai target, maka Kemenkes akan membantu pengembangan kesehatan. Terlebih daerah perbatasan.

Baca Juga :  Pusat Bahas Pemulihan Ekonomi Kepri

”Kita bantu untuk DAK. Tapi, kalau tidak terserap 75 persen pada triwulan III, tidak akan dicairkan sisanya,” tegas Nila. Diingatkannya, penting ada sinergitas daerah dalam implementasi gerakan pendekatan keluarga dan masyarakat hidup sehat di Provinsi Kepri. Dalam mendukung gerakan ini, maka semua puskesmas harus memiliki akses internet.

”Sudah meminta kepada semua puskesmas, harus masuk internet. Ini untuk mendorong peningkatan pelayanan puskesmas. Kami akan pantau, kendala anggaran untuk diperhatikan dinas,” imbaunya. Untuk Kepri, Nila menilai jika pengembangan fasilitas kesehatan di Kepri, sudah baik. Dimana, ada 74 unit puskesmas dan rumah sakit di Kepri saat ini.

”Rumah sakit di Provinsi Kepri terus berkembang. Dokter spesialis sudah banyak. Benefitnya juga berkembang. Tapi jangan mendoakan orang sakit,” sambung Nila. Sementara Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengharapka ada peningkatan DAK tahun 2018 mendatang. Tahun ini Kepri mendapat DAK Kesehatan sekitar Rp 220 miliar. Saat ini sedang disiapkan pengajuan DAK tahun 2018 sekitar Rp 600 miliar.

Baca Juga :  Beragam Pertunjukan di Darat dan Laut

”Semoga disetujui. Karena kita sudah diajukan untuk tahun depan sekitar Rp 600 miliar,” harap Nurdin di hadapan Nila. Diingatkannya, sektor lain di Pemprov Kepri, boleh defisit. Namun khusus Dinas Kesehatan, tidak bisa defisit anggarannya.

”Karena memang kesehatan pondasi pembangunan. Kalau mau investasi juga gitu. Para investor menanyakan rumah sakitnya mana? Itu menjadi syarat mutlak untuk mendukung investasi,” sambungnya. Terkait dengan DAK juga dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetcep. Dana yang akan diajukan untuk tahun depan sebesar Rp 600 miliar, sudah terverifikasi.

”Jika terwujud, akan meningkatkan pelayaan kesehatan,” kata Tjetcep sebelum dilakukan penandatanganan MoU Gubernur, Bupati untuk gerakan masyarakat hidup sehat di Kepri. Untuk mendukung gerakan masyarakat hidup sehat, Pemprov menyiapkan tim pelaksana pendekatan keluarga minimal tiga orang.

Baca Juga :  TERjebak Boat Bocor

”Itu termasuk dokter umum atau perawat senior, bidan atau perawat, sarjana kesmas atau ahli madya gizi. Tiap hari mereka mendekati lima keluarga, sehingga per tahun dapat 30 persen penduduk terlayani,” imbuh Cecep. Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan membangun 5.000 puskemas di wilayah- wilayah perbatasan.

Pembangunan ribuan layanan kesehatan tersebut diharapkan bisa menjangkau warga di daerah tersebut. Kondisi infrastruktur di perbatasan masih perlu banyak perbaikan dan perluasan.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here