Bangun Sumatera, Kucurkan Rp 100 T APBN

0
399
H Nurdin Basirun

DOMPAK – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyampaikan, bahwa prioritas konektivitas dalam menumbuhkan dunia investasi di Kepri harus didukung dengan sarana infrastruktur yang bersaing. Meskipun butuh modal yang cukup besar, namun cepat atau lambat akan mendorong pertumbuhan ekonomi, bisnis serta arus orang dan barang.

”Kemarin saya saat ikut acara bersama Menteri PU di Jambi. Beliau menyampaikan, tahun 2018 itu alokasi anggaran untuk sektor barat lebih kurang Rp 100 triliun. Sektor barat itu mencakup Sumatera, termasuk Kepri. Kenapa tidak, hanya sekelas Babin saja tidak bisa dibangun,” tegas Nurdin kepada wartawan di Dompak, kemarin.

Menurut Nurdin, prioritas kerja Presiden RI Joko Widodo, mengembangkan jalan tol sangat baik. Dan hal itu sangat sejalan dengan visi dan misinya ke depan, khususnya di tahun 2018. Nurdin mengatakan, dirinya lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur dari pada kegiatan yang sifatnya seremonial.

Kepada wartawan, ia menyampaikan, untuk membangun Jembatan Babin paling tidak hanya Rp 7 triliun biaya yang dibutuhkan. Dan Babin ini menurut Nurdin, masih sangat ditunggu-tunggu masyarakat dan dunia usaha. ”Karena Batam itu semakin padat, apalagi rencana ke depan, Batam itu jadi pusat digital internasional kerja sama dengan Singapura,” jelas Nurdin. ”Saat ini sudah banyak investor yang menawarkan diri untuk kerja sama, namun kita masih mempertimbangkannya,” timpalnya demikian.

Jembatan Babin dirancang untuk menghubungkan Batam dan Bintan. Awalnya diwacanakan mantan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah tahun 2000. Panjang jembatan sekitar 7 Km. Jembatan akan dibangun tiga trase. Trase I Batam-Tanjung Sauh 2,124 Km. Trase II Tanjung Sauh-Pulau Buau 4,056 Km. Trase III Pulau Buau-Bintan, 855,3 meter. Biaya diperkirakan Rp 15-18 triliun. (ais/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here