Bangunan Hangus, Kerugian Rp2 M

0
48
Walikota Batam Rudi mengunjungi dapur umum yang dibuka Dinas Sosial Batam, Rabu (17/10) di dekat lokasi kebakaran Asrama Panti Asuhan Al Jabar. f-istimewa

Kebakaran Asrama Panti Asuhan

BATAM – Kebakaran yang melanda asrama panti asuhan, Al Jabar, Bengkong Al Jabar, menyebabkan kerugian sekitar Rp2 miliar. Kerugian akibat kebakaran, Selasa (16/10) sekitar pukul 18.30 WIB, menyebabkan sebanyak 11 bangunan hangus. Sementara tiga bangunan mengalami kerusakan. Satu orang luka ringan yang ditangani tim medis Puskemas Sei Panas dan Tanjung Buntung.

Kepala Dinsos Kota Batam, Hasyimah, Rabu (17/10) mengatakan, data sementara yang mereka miliki, 75 orang yang terdampak bencana kebakaran ini. 50 di antaranya adalah santri, sementara 25 sisanya adalah guru-guru dan pegawai di yayasan ini.

”Saat ini Dinsos telah menyiapkan posko dan menyuplai kelengkapan darurat untuk santri yang merupakan anak-anak yatim binaan yayasan,” katanya.

Disebutkan, masyarakat yang ingin membantu, sudah ada yang menawarkan bantuan. Sementara 33 anak panti yang masih sekolah, sementara tidak bisa sekolah, karena pakaian hangus. ”Kerugian diperkirakan senilai sekitar Rp2,5 miliar,” ungkap Sekretaris Yayasan Profesor Syamsudin, Deden Sirajudin.

Diduga, kebakaran terjadi dari satu ruangan. Siang hari disebutkan, sempat ada muncul kebakaran kecil, karena konslet. Sehingga sempat diputus sementara alirannya. ”Pukul 12 siang itu sudah ada kebakaran, satu ruangan karena AC berasap mengeluarkan api. habis itu dipadamkan, saklar listrik dimatikan. Tapi malam ada yang nyalakan,” kata dia. Karena kebakaran yang berlangsung cepat, barang-barang yang ada di lokasi hangus semua.

Terkait dengan siswa MTS Aljabar, guru sekolah itu, Darmainis menjelaskan, sementara siswa di sana, tidak diikutkan dalam ujian tengah semester. Alasannya, kondisi di lingkungan sekolah tidak memungkinkan untuk diadakannya ujian. ”Walau tak belajar, tapi tetap hadir di sekolah,” sebut Darmainis.

Sementara itu, Camat Kecamatan Bengkong, Muhammad Tahir menjelaskan, upaya pemerintah dan masyarakat memberikan bantuan terus berdatangan. Sejak malam, berbagai jenis bantuan mulai dari makanan, pakaian, dan kelengkapan yang menjadi kebutuhan korban kebakaran ini.

”Untuk dapur umum selama tujuh hari sudah siap, korban kebakaran sementara akan tidur di bawah tenda tanggap darurat Dinsos dan Kodim,” kata Tahir.

Adapun hasil dari penghitungan sementara, kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran ini mencapai angka Rp2,5 miliar. Beberapa motor, mobil, ikut terbakar bersama bangunan asrama dan perumahan guru di yayasan ini.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here