Bangunan Mewah Dibongkar Satpol

0
539
Satpol PP saat membongkar gedung Oxley Convention City kemarin (kiri) dan pegawai Oxley Convention City merapikan f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Tim terpadu melakukan penertiban bangunan di row jalan Batam Centre dan Sei Panas. Bangunan-bangunan yang berdiri di row jalan, termaksud kantor Oxley Convention City, dibongkar paksa. Gedung milik pengembang Batam’s first integrated premier development in the city itu dibongkar, Selasa (23/1) setelah isinya dikeluarkan.

Pembongkaran dilakukan tim terpadu sejak pagi. Sebelum dibongkar, aparat kepolisian, TNI, Ditpam dan Satpol PP itu membantu mengeluarkan barang-barang dari gedung yang letaknya di samping Edukits itu. Barang yang dikeluarkan, ada beberapa unit AC, kasur, meja, sofa, kulkas, mesin cuci, dispenser, lampu hias dan banyak lagi.

Tepat di depan gedung itu terdapat plang, berisi pengumuman. Tertulis, bangunan itu mendapat izin mendirikan bangunan gedung, nomor IMB tahun 2016 tanggal 18 Mei. Bangunan atas nama PT Karya Indo Batam. Fungsi gedung usaha dan jenis bangunan, jasa. Nama bangunan gedung, bangunan sementara/marketting galery 1 lantai 1 unit. Lokasi bangunan jalan western arial RT 08.16 Batam.

”IMB berlaku 25-04-2017 sampai 24-04-2018,” demikian bunyi pengumuman bertuliskan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Batam itu.

Secara gotong royong, tim terpadu membantu mengeluarkan barang sebelum dirobohkan. Sebagian membongkar isi bangunan. Termaksud mengeluarkan karpet-karpet dari dalam. Kantor itu selama ini digunakan untuk kantor pemasaran apartemen, oxley convention city di Baloi.

Pembongkaran berlangsung aman tanpa ada perlawanan dari pihak developer yang berbasis di Singapura itu. Namun, sejumlah karyawan perusahaan dan manajemen berada di lokasi. Mereka terlihat mengawasi barang yang dikeluarkan. Sebagian lagi terlihat mengangkut berkas kantornya ke dalam mobil mereka.

”Minta diawasi ya. Jangan sampai ada yang hilang,” kata seorang pegawai kantor itu kepada rekannya.

Tidak berselang kemudian, satu unit alat berat bergerak melakukan pembongkaran terhadap atap teras gedung. Namun beko yang mulai bekerja merobohkan, terlihat kesulitan. Teras itu bertulang besi besar. Selain tulang teras langsung tersambung dengan gedung. Sehingga coba ditarik, gedung ikut bergoyang.

Akhirnya petugas bicara dengan perwakilan pemilik gedung, pembongkaran dihentikan sejenak. Pilihan itu diambil, karena dinding gedung mayoritas terbuat dari kaca. ”Sebentar saja. Mereka mau bongkar dinding kacanya. Setelah itu kita robohkan,” kata Kabid Trantibum Satpol PP Batam, Imam.

Diakui Imam, sebelumnya pihaknya sudah mengeluarkan surat peringatan I, II dan III. Tidak hanya sampai di situ, tim terpadu juga sudah mengeluarkan surat imbauan untuk membongkar sendiri isi gedung dan bangunannya. ”Tapi tidak dijalankan, makanya kita bongkar saat ini,” jelasnya.

Beberapa saat sebelum pembongkaran, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meninjau lokasi. Menurutnya, zona sepanjang jalan barisan Edukits itu akan dibongkar. ”Hari ini fokus kita di zona ini. Setelah ini, akan ditarik dari sini sampai deret sana. Tapi yang disana minta waktu,” kata Amsakar, sambil menujuk ke arah row jalan depan Edukit.

Permintaan itu diikuti Amsakar untuk sementara, karena pemilik warung di row jalan itu mengaku membayar UWTO. ”Rapat tadi malam, sepakat konfirmasi dengan BP dulu atas UWTO 30 tahun. Tapi ini (penertiban) harus jalan, karena ini pedestrian dan buffer zone,” tegas Amsakar.

Selain itu diakui, untuk penertiban di areal row jalan itu, Amsakar mengaku tidak ada ganti rugi. Di row jalan itu ada berdiri cafe juga hingga toko bunga. ”Tidak ada ganti rugi. Karena saat membangun juga sudah kita ingatkan, sewaktu-waktu akan digunakan. Mereka minta 1-2 tahun belum dipakai, mereka pakai,” ungkapnya.

Sementara pihak kantor Oxley, Stenly kepada wartawan, mengakui jika bangunan itu dibangun setelah mendapat IMB. Namun jika kesepakatan mereka dengan pihak Pemko, bangunan itu hanya sementara dan siap untuk dibongkar, jika diperlukan Pemko Batam. Namun mereka meminta waktu untuk mencari tempat kantor baru.

”Kita digusur setelah mendapat surat Jumat lalu agar dibongkar sendiri. Kita tidak tahu mau pindah kemana,” cetusnya.

Pihaknya awalnya meminta waktu mencari kantor baru. Namun batas waktu disebutkan tidak ada lagi. Soal kerugian, dirinya tidak mau merinci. Namun gedung yang berdinding mayoritas kaca itu diperkirakan nilainya miliaran.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here