Bangunan Pasar Tak Sesuai Perencanaan

0
336
PASAR: Bangunan pasar ikan yang kosong. Tidak ada aktivitas pedagang karena bangunan tidak sesuasi spek. F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

Dana APBN Terbuang Sia-sia

ANAMBAS – Warga Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja resah melihat bangunan pasar yang tidak bisa difungsikan karena tak sesuai spek.
Warga khawatir, bangunan itu roboh lantaran pondasinya retak dan miring. Masyarakat setempat meminta pemerintah harus memusnahkan aset negara tersebut. Sebab, bangunan itu dinilai tidak bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya.

Sejak bangunan itu berdiri hanya beberapa bulan saja bisa difungsikan oleh masyarakat untuk berjualan nasi dan lauk pauk. Setelah itu, beberapa masyarakat diungsikan akibat bangunan itu terlihat retak dan tiang pondasi bagian bawahnya yang mengalami patah dan sekarang bangunan tersebut terbengkalai.

Diketahui, bangunan gedung pasar ikan itu dikerjakan sekitar tahun 2011 menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). ”Bangunan pasar ikan itu tidak pernah difungsikan lagi dengan semestinya dan kini mulai condong, sebagian tiang bagian bawah mengalami patah. Kami berharap bangunan itu dapat dimusnahkan,” ungkap Darwis, warga Letung kepada wartawan, Selasa (12/9).

Akibat tidak difungsikan, bangunan itu dijadikan para pemuda tempat ngumpul-ngumpul malam hari untuk berbuat hal-hal yang dinilai negatif. Terbukti, beberapa ruangan di dalam bangunan itu dipenuhi bungkus obat batuk Komix.

Dipastikan obat batuk tersebut dikonsumsi secara berlebihan dan akibat menyalahi aturan cara pemakaiannya oleh pengguna dan dipastikan akan mengalami halusinasi. ”Bukan hanya dijadikan tempat ngomix saja dibangunan itu, masih banyak kegiatan lainnya lagi. Kami sangat khawatir, bangunan itu akan roboh yang bisa menelan nyawa orang lain ketika melintasi akses pelabuhan berhala,” ucapnya.

Ia sangat berharap, pemerintah bisa memberi solusi yang terbaik dan melakukan pemusnahan aset milik negara. Ia juga mengatakan, pada awalnya masyarakat mengajukan pembangunan pasar bukan di tempat sekarang tetapi di sekitar Kota Letung. Ia pun merasa heran, heran kenapa bisa dibangun di tepi akses Pelabuhan Berhala itu karena tak sesuai.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here