Banjir Batu 7 Teratasi

0
246
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma beserta Kadis PU Tanjungpinang meninjau banjir di kawasan Batu 7 Tanjungpinang. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma bisa sedikit bernafas lega. Hasil rapat bersama beberapa pihak terkait penanganan banjir di depan SPBU Batu 7, Tanjungpinang beberapa waktu lalu, sudah mulai nampak hasilnya.

Hujan yang mengguyur Tanjungpinang, Jumat (9/11) pagi tak lagi membuat kawasan itu tergenang air.

Bila sebelumnya ketinggian air bisa lebih dari selutut orang dewasa, kini air bisa cepat mengalir ke penggalian yang dibuat.

Ia turun langsung kemarin ke lokasi bersama Kadis PU Kota Tanjungpinang Hendri didampingi Asisten I Pemerintahan Tanjungpinang, Irwan dan beberapa staf PU Kota Tanjungpinang serta lainnya.

Usai dari situ, mereka meninjau genangan air di kawasan Batu 9, Tanjungpinang.

Rahma mengaku senang karena tidak lagi melihat genangan air di depan SPBU Batu 7, meski hujan deras. Terkait hal ini, ia mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut serta membantu.

Diantaranya Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas PU serta Dinas PU Kota Tanjungpinang yang rutin memantau pekerjaan teknis yang dilaksanakan.

Di kawasan itu sudah digali tanah selebar 1,5 meter dengan ketinggian 2 meter sebagai wadah pengaliran air.

Rencananya akan selesai dalam seminggu ini. Pihak PU Kota Tanjungpinang diminta untuk terus berkoordinasi.

Hendri menuturkan, rencananya Dinas PU Provinsi Kepri akan membeton galian tersebut sehingga tanah tidak jatuh lagi.

”Anggaran yang disediakan Dinas PU Provinsi Kepri, cuman Rp 50 juta. Itu dari dana pemeliharaan jalan mereka. Menurut saya tidak cukup. Tahun depan baru dianggarkan Rp1 miliar untuk pembangunan box culvert di kawasan itu” tuturnya.

Rahma menuturkan, masih banyak titik banjir di kawasan lain, namun ia meyakini akan selesai secara bertahap bila ditangani bersama dengan berbagai stakeholder.

Misalnya pemerintah pusat melalui berbagai kementerian serta dana dari Provinsi Kepri maupun APBD Kota Tanjungpinang.

Hendri menuturkan, untuk menyelesaikan banjir di Tanjungpinang dibutuhkan anggaran senilai Rp150 miliar. Khusus kawasan 14 titik banjir di Tanjungpinang butuh anggaran yang cukup besar.

Sesuai komunikasi dengan BWS Kepri, akan membantu Rp60 miliar. Maka ia berharap sisanya bisa sharing bersama Provinsi Kepri.

Bila Pemprov bisa membantu minimal Rp 40 miliar maka sisanya Rp50 miliar harus dialokasikan dari Pemko.

Bila ingin diselesaikan dalam lima tahun, maka minimal Rp10 miliar per tahun yang harus dialokasikan melalui APBD Pemko penanganan banjir di beberapa kawasan.

”Sudah ada DED-nya, akan dikerjakan sesuai kemampuan keuangan,” tuturnya.

Ia mengakui banyak menerima aduan terkait beberapa titik banjir. Diantaranya Kawasan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Barat serta Bukit Bestari.

Meski demikian ia juga meminta kerja sama dari berbagai elemen, termasuk diantaranya peran serta camat dan kelurahan mengajak masyarakat melaksanakan gotong royong (Goro) membersihkan lingkungan.

Menurutnya, banjir juga disebabkan banyak lumpur atau sampah yang tertumpuk di drainase. Seperti yang terjadi di Jalan DP Panjaitan Gang Balqis II. Pihaknya mengajak masyarakat memberishkan gorong-gorong. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here