Banjir Rob, Aktivitas Pedagang Terganggu

0
812
TERGENANG: Pengendara memarkirkan kendaraan di lokasi parkir yang juga tergenang air pasang laut.f-raymon/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Kini memasuki pasang rob atau air laut pasang tinggi. Hal ini membuat beberapa pemukiman di Tanjungpinang tergenang air di waktu-waktu tertentu.

Seperti pantauan Tanjungpinang Pos, Rabu (20/12) mulai pagi hari, Pasar Kota Lama, Tanjungunggat, Pantai Impian, Kampung Bugis dilanda air laut yang naik kepermukaan jalan dan bahkan rumah-rumah penduduk yang tinggal di pinggir pantai.

Khusus di kawasan Kota Lama, aktivitas jual beli terhambat. Pengunjung yang ingin ke Pasar KUD untuk belanja ikan dan sayur harus berfikir dua kali melewati genangan air rob.

Baca Juga :  Bulan Puasa Tak Pengaruhi Penghasilan Penambang

Meskipun ada juga yang tetap melalui dengan melepaskan sendal atau sepatu, melipat celana yang panjang dan harus tetap berhati-hati karena jalan licin. Pasang air laut terjadi sejak pukul 09.00 hingga pukul 12.30.

Lorong-lorong pasar yang tergenang yakni pintu masuk ke pasar ikan, Lorong Asam dan lorong masuk pasar dari Pelantar II. Salah satu pedagang, Dian mengatakan, lokasi tersebut sudah langganan banjir.

Bukan hanya musim rob, pada waktu-waktu tertentu jika air laut pasang disertai hujan juga akan tergenang. ”Ini hari kedua pada musim rob, semalam air belum pasang tinggi sekarang mulai naik tinggi,” katanya.

Baca Juga :  Syahrul : Masa Purnabakti Harus Terus Bermanfaat

Diprediksikan genangan air akan terus naik. Mungkin bisa lebih tinggi dari sekarang. Akibatnya, akses atau jalur masuk pengujung terhambat. Padahal pagi hari para pembeli banyak bertadangan di bandingkan siang hari. ”Kalau sudah pasang kayak gini pengunjung tidak ada yang masuk ke toko,” sebutnya.

Sementara itu pengunjung pasar, Robi menyebutkan, kondisi genangan air menghambat aktivitas. Selain air laut cepat merusak kendaraan, ruas jalan yang sempit juga membuat lalu lintas tidak teratur dan nyaman. ”Kita menghindari jalan yang tergenang air laut, kita parkir kendaraan di depan baru masuk pasar,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Cari Donatur Pembangunan Musala

Ia mengakui hal begini bukan pemandangan baru. Meski demikian meminta pemerintah mencarikan solusi, apakah menaikkan ketinggian jalan serta lainnya.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here