Bantu Urus Sertifikat Warga Teluk Keriting

0
519
Seorang bocah meniti pelantar di Teluk Keriting.f-Suhari/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pemprov Kepri akan menyulap pemukiman warga di Teluk Keriting Tanjungpinang menjadi kampung wisata. Kampung itu akan dibenahi total mulai tahun ini. Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga mengatakan, dalam pertemuan dengan warga setempat bersama jajaran Pemko dan Pemprov Kepri, belum lama ini, warga setuju dengan pembangunan itu.

Apalagi, ke depan pembangunan tersebut akan membawa dampak yang baik untuk ekonomi. Warga setuju dengan pembangunan itu, namun warga tetap berharap bantuan pemerintah.

Salah satu yang diharapkan warga adalah, agar pemerintah turut membantu menyelesaikan status rumah mereka agar memiliki sertifikat. Kemudian, warga juga meminta Pemprov Kepri membangun parit utama di daerah itu karena sering banjir saat hujan turun. Di jalan utama itu, ada beberapa parit yang menyatu dari bagian atas.

Baca Juga :  Batu 6 akan Disulap Menjadi Kampung Pelangi

Sehingga, saat hujan turun, air menyatu di bawah. Sementara drainasenya kecil sehingga tidak bisa menampung air hujan yang turun ke bawah. Untuk itulah, perlu dibangun drainase yang besar untuk menanggulangi air tersebut agar tidak banjir.

Warga menilai, apabila Teluk Keriting dibangun, sementara lokasi itu masih sering banjir, maka tetap akan mengganggu dan tidak sinkron dengan rencana pemerintah untuk menjadikan daerah itu kampung wisata.

Saat pembangunan nanti, warga juga meminta agar mereka dilibatkan sebagai pekerja. Sehingga, warga yang menganggur di perkampungan itu bisa ada mata pencaharian dari pembangunan itu.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar KUD Gagal Dikerjakan Tahun Ini

Secara ekonomi, ujar Ade Angga, pembangunan Jalan Lingkar yang digagas Pemprov Kepri dan akan dibangun Pemprov Kepri sangat berdampak baik ke Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri.

Ade Angga menuturkan, Pemprov Kepri berniat membangun tujuh unit rest area di sepanjang Jalan Lingkar. Rest Area ini merupakan satu areal yang dilengkapi gedung sesuai karakter 7 kabupaten/kota di Kepri.

Gedung-gedung tersebut juga akan menambah ikon Tanjungpinang di samping Jalan Lingkar itu sendiri akan menjadikan Tanjungpinang New Front City. ”Anggarannya Rp 500 miliar lebih dan akan dibangun provinsi secara bertahap. Jelas pembangunan ini akan berdampak pada ekonomi. Saat pembangunan, semua akan hidup. Ada pekerja, toko bangunan, sopir lori, tukang, ojek. Inilah salah satu dampaknya,” jelasnya, kemarin.

Baca Juga :  Dinkes Nyatakan Takjil Masih Aman

Namun, dampak ke depan lebih besar lagi. Jalan Lingkar itu, sesuai dengan gambar desain yang dilihatnya, akan menjadi kawasan baru. Kawasan bisnis, kawasan ekonomi, kawasan wisata. ”Sesuai desaiannya yang saya lihat, Jalan Lingkar ini akan mengubah perwajahan Tanjungpinang terutama dari laut. Yang jelas, wajah Tanjungpinang akan semakin baik,” tambahnya. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here