Bantuan Air Bersih Belum Merata

0
123
Novaliandri Fathir

Butuh Air Bersih Hubungi BPBD Kota

Lahan-lahan pertanian mengering. Air tak lagi mengalir ke kebun. Sumur warga juga sudah pada kering. Inilah kondisi Kota Tanjungpinang saat ini.

TANJUNGPINANG – Sudah beberapa bulan kekeringan melanda ibukota provinsi ini. Suplai air bersih juga tidak memadai. Bantuan pemerintah, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kepulauan Riau dan kepolisian belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Untuk mendapatkan air bersih, warga hanya memanfaatkan sisa-sisa air sumur.

Waduk Sungai Pulau dan Sungai Gesek sebagai sumbr air bersih di Tanjungpinang juga mulai kering. Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang Ardito, mengatakan hujan baru akan terjadi pada pertengahan April atau akhir April mendatang. Tapi, beberapa hari ke depan akan terjadi hujan lokal. ”Tanggal 21 Maret ini ada pontensi hujan, tapi hanya hujan lokal atau tidak merata,” kata Ardito, kemarin.

Sambung dia, di Tanjungpinang beberapa hari ke depan juga berawan tapi tidak hujan. Karena angin kencang, awan tersebut terbawa angin.

”Kita ketahui bersama warga di Tanjungpinang mulai kesulitan air bersih, sumur warga pada kering,” ujarnya.

Sedangkan suhu di Kota Tanjungpinang pada siang hari, kisaran 32-34 derajat celcius. Suhu tersebut masih normal untuk Tanjungpinang.

Sementara itu, Novaliandri Fathir, SH, MH politisi Golkar Kota Tanjungpinang juga menjabat sebagai Bendara DPD Golkar Tanjungpinang, mengaku sedih dan prihatin melihat kondisi air waduk gesek dan waduk sei pulai saat ini.

Ditambah dengan memasuknya musim kemarau mulai berdampak kepada masyarakat Kota Tanjungpinang. Akibat kondisi tersebut, saat ini mulai berdampak pada persediaan air bersih untuk masyarakat.

Menurutnya, bantuan air bersih dari pemerintah kepada masyarakat juga belum merata.

”Seharusnya pemerintah sudah memikirkan jangka panjang untuk kesediaan air bersih ini, bagaimana investor mau masuk ke daerah kalau air saja masih minim,” ujarnya,kemarin.

Ia mengatakan pemerintah harus mencari solusi supaya ke depannya tidak ada lagi warga kesulitan air bersih. Pemerintah Kota Tanjungpianng segera mengoperasikan SWRO yang ada di Batu Hitam. Kemudian, ia meminta Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota/Pemerintah kabupaten segera membangun Waduk Busung, Bintan. Pemerintah berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

”Malu kita ini Ibukota Provinsi krisis air bersih,” ujarnya.

BPBD Butuh Mobil Tangki
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang butuh 4 unit mobil tangki untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Sementara ini, BPBD Kota Tanjungpinang hanya memiliki 1 unit mobil tangki.

”Yang kita milili kapasitasnya kecil. Ya, kapasitas 5.000 liter,” kata Raja Kholidin, Kepala BPBD Kota Tanjungpinang kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (19/3).

Rencananya, 4 unit mobil tangki akan diperuntuhkan di 4 Kecamatan se-Kota Tanjungpinang. Jadi, setiap Kecamatan memiliki satu unit mobil tangki.

Artinya, mobil tangki akan selalu stanbay di Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjungpinang Barat dan Kecamatan Bukit Bestari.

”Kita sudah ajukan permintaan mobil tangki ke Provinsi. Insyaallah, kita juga minta ke pusat mobil tangki,” ucap Raja.

Mobil tangki tersebut, kata dia, bisa digunakan untuk mensuplay air bersih ke rumah masyarakat. Sehingga kebutuhan masyarakat terhadap aitr bersih bisa diatasi.

Mobil tangki yang selalu stanbay di Kantor BPBD Kota Tanjungpinang berada di Jalan Ahmad Yani, Km 5 Atas Tanjungpinang, sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Seperti mensuplay atau distribusikan air bersih yang diambil dari Sungai Pulai ke rumah masyarakat Kota Tanjungpinang khususnya yang membutuhkan air bersih.

Tiga hari belakangan ini, pihaknya sudah mensuplay air bersih di kawasan perumahan berada di Kelurahan Air Raja. Air bersih yang disuplay atas permintaan masyarakat melalui PDAM Tirta Kepri.

Karena masyarakat mengajukan permintaan air bersih ke PDAM Tirta Kepri.

”Kita diminta pihak PDAM untuk membantu armadanya membawa hingga mensuplay air bersih ke rumah masyarakat kita. Saya tidak hitung berapa banyak sudah kita suplay air bersih ke warga,” terang dia.

Selain itu, mobil tangki juga bisa membantu pihak Damkar untuk memadamkan api. Baik itu memadamkan api kebakaran hutan maupun lainnya.

Bantuan yang diberikan, adalah mensuplay air. Agar api cepat dipadamkan. Sehingga api tidak merambat atau menjalar ke mana-mana.

Karena yang dikhawatirkan, adalah dalam satu hari dengan waktu yang sama terjadi kebakaran. Misalnya, satu lokasi kebakaran di wilayah Dompak. Dan, satu lagi lokasinya berada di daerah tanjung Sebauk.

Dengan lambatnya pertolongan memadamkan api, lokasi kebakaran menjadi luas. Misalnya, kebakaran hutan hanya 1 hektar menjadi 12 hektare.

”Karena lambat kita padamkan. Memang tugasnya pihak Damkar,” ujarnya. (ABAS-ANDRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here