Bantuan KKP Tak Digunakan Nelayan

0
292
SEORANG warga saat melihat bubu yang terbengkalai tak terpakai oleh nelayan yang merupakan bantuan dari KKP pusat. F-ISTIMEWA

Kapal dan alat tangkap ikan bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menganggur di sejumlah titik. Bantuan pemerintah ini dimaksudkan untuk mendukung semangat dan kinerja kerja nelayan Natuna namun tak terpakai.

NATUNA – Ada dugaan, barang-barang bantuan seperti kapal tidak sesuai spek yang seharusnya berkualitas baik. Bantuan tersebut, dengan tujuan demi mendapatkan penghasilan yang lebih banyak untuk meningkatkan kesejahteraan bagi nelayan.

Akan tetapi, alih-alih menjadi dukungan untuk kinerja kerja nelayan namun benda berharga itu kini malah tidak terpakai sama sekali dan dianggurkan begitu saja.

”Miris melihat bubu dan kapal bantuan itu, yang numpuk di Pelabuhan Ikan Pring. Tak ada satu pun yang mau mempergunakannya,” kata seorang nelayan Natuna, Bujang Yak di Ranai, kemarin.

Menurut Bujang Yak, kapal-kapal bantuan itu tidak layak beroperasi di Natuna karena faktor bahan dasar pembuatan kapal itu menggunakan bahan fiber.

Kapal itu di rasakan tidak kuat mengarungi Laut Natuna Utara, yang notabene arus dan gelombangnya besar dan kencang. ”Kapalnya mudah oleng, fibernya tipis bahkan tembus pandang. Takutnya dihempas gelombang agak besar bisa-bisa jebol atau patah,” tutur Yak.

Demikian juga dengan Bubu, alat tangkap ikan bantuan pemerintah itu dianggap tidak layak karena bahan dasar pembuatannya menggunakan jaring.

Bahan ini disebut Bujang Yak, mudah diombang-ambing arus sehingga ikan enggan masuk ke bubu yang berfungsi sebagai jebakan ikan itu. ”Terus bubu. Orang biasa buat bubu pake kawat, ini dibikinnya pake jaring. Mana lah ikan mau masuk bubu, karena bubunya tidak tegak dan belipat-lipat,” sebutnya.

Ia menyarankan, semestinya sebelum pemerintah menurunkan bantuan mereka harusnya melakukan survei secara menyeluruh terlebih dahulu. ”Maunya kita dicek benar-benar terlebih dahulu. Laut kita kayak apa, nelayan kita macam apa dan lain sebagainya harus dicek dulu agar bantuan-bantuan itu tepat sasaran dan sesuai spek,” pungkasnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here