Bantuan Transportasi Guru Honor Tak Merata

0
952
BERBINCANG: Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu bersama guru dan pegawai Disdik Tanjungpinang di SMPN 1 Tanjungpinang, belum lama ini.F-desi liza purba/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu mengaku prihatin dengan nasib para guru honor sekolah yang tak mendapatkan gaji layak. Sebab upah yang diterima jauh dari kata layak yaitu kisaran Rp 400 sampai dengan Rp 800 ribu perbulan. Padahal, pendidikan masuk skala prioritas yang ingin dibangun Pemko Tanjungpinang.

Bahkan yang membuat semakin tak wajar, ada sebagian guru honor yang menerima tunjangan trasnportasi dan ada yang tak menerima. Terkait kriteria pemberian belum pernah di sampaikan, ia mengaku sangat mnedukung program itu asalkan merata. ”Saya banyak terima aduan guru honor belum terima gaji layak. Begitu juga dengan tunjangan transportasi. Persoalannya saya bigung juga mau sampaikan. Sekolah butuh guru tersebut tapi tidak masuk anggarannya di APBD Pemko Tanjungpinang. Akhirnya begini, skeolah boleh menerima naum gajinya sesuai kemampuan sekolah, jadi kasihan gurunya,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Baca Juga :  Alokasi Pendidikan Mencapai 26 Persen APBD

Jika guru terkait memang dibutuhkan, harusnya dianggarkan di APBD pemko Tanjungpinang. Sehingga para guru dapat menerima yang layak sesuai dengan jenjang pendidikan. Jangan sampai seperti saat ini, para guru tersbeut tidak di gaji layak. ”Kalau saran saya, semua guru honor sekolah didata kembali. Dilihat apakah dibutuhkan atau tidak, jika dibutuhkan harus dianggarkan dari APBD Pemko. Jangan di fungsikan tetapi tak diberikan gaji layak. Pemko harus perhatikan ini,” tuturnya.

Ia mengakui Tanjungpinang masih kekurangan guru. Untuk itu, perlu pendataan yang pasti berapa kekurangan agar bisa dianggarkan dan tak membebani anggaran sekolah. ”Tapi harus dipastikan setelah ada program itu, pihak skeolah jangan ada menerima-menerima lagi. Sekarang saya juga gak tahu lagi berapa jumlah guru yang honor karena tak diberikan datanya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lomba Pantomim Cara Cerdas Apresiasi Perasaan

Ia menyakini, pihak DPRD tidak akan menolak jika Pemko memiliki wancana ini. Pihaknya siap memberikan dukungan agar tenaga pendidikan sejahtera. Hal senada disampaikan Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga. Menurutnya membangun pendidikan perlu keseriusan dan fokus. Bila ini dilaksanakan maka meminimalisir persolan kesejahtraan para tenaga honor khususnya di bidang pendidikan. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here