Banyak Barang Terlarang Ditemukan di Rutan

0
64
TIM merazia kamar rumah tahanan Tanjungpinang. f-raymon/tanjungpionang pos

TANJUNGPINANG – Belakangan ini lagi heboh kasus warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Tanjungpinang, Kepri menjadi dalang pembunuhan berencana. Napi berinisial I ini, diketahui menyuruh pembunuh bayaran untuk menghabisi seorang jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bintan.

Usai kejadian tersebut tim dari kepolisian, BNN, Kemenkumham Provinsi Kepri merazia Rumah Tahanan Tanjungpinang, Senin (18/2). Sejumlah barang terlarang ditemukan oleh petugas.

Tim melakukan pemeriksaan di setiap blok kamar tahanan. Mereka mencari barang-barang terlarang di bilik-bilik tahanan rutan. Seperti handphone, narkoba dan senjata tajam.

Pantauan di lapangan, sebelum dilakukan pemeriksaan di seluruh blok tahanan, seluruh tahanan dikumpulkan di lapangan.
Sebelum keluar dari kamar para warga binaan di perika oleh petugas.
Dikamar 06/Tamping tepatnya di tong sampah ditemukan tiga kantong yang berisikan indomi, susu, parfum, sikat gigi, pasta gigi dan perlengkapan mandi.

Kuat dugaan barang-barang tersebut sengaja disimpan oleh wargabinaan agar tidak diamankan oleh petugas.

Selain itu juga ditemukan di bawah pot bunga dijumpai jarum dan gunting.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan puluhan barang-barang di dalam kamar-kamar para tahanan yang bisa membahayakan keselamatan warga binaan lainnya.

Barang yang ditemukan itu diantaranya seperti gunting, sendok, garpu, botol minyak wangi, alat pencukur, cermin, sekrap, rokok-rokok dan mancis serta barang-barang lainnya.

Kakanwil Kemenkumham Kepri, Zaeroji mengatakan, apa yang dilakukan di sini bersama-sama dengan pihak BNN dan Polsek Tanjungpinang Barat. Kegiatan ini merupakan upaya menekan peredaran narkoba, handphone, senjata tajam dan barang .

”Kegiatan seperti ini tidak akan berhenti sampai disini, akan tetapi razia ini akan rutin dilaksanakan, kedepannya. Mudah-mudahan kedepannya kegiatan seperti ini tidak ditemukan barang-barang semacam itu,” katanya.

Selain melakukan penggeledahan disejumlah kamar para tahanan, petugas juga melakukan pengecekan urine kepada 48 warga binaan tersebut, namun hasilnya negatif. Begitu juga dengan target seperti narkoba juga tidak ditemukan.

”Narkoba dan handphone dalam razia tidak ditemukan dari dalam kamar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham, Dedi Handoko menyebutkan, barang-barang kecil yang ditemukan dalam razia itu dapat melukai seseorang.

Sehingga meskipun terlihat kecil akan tetapi bisa membahayakan.

”Ini memang kelihatan kecil, akan tetapi bilamana digunakan untuk melukai seseorang maka sangat beresiko bila ini ada di dalam kamar,” ujarnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here