Banyak Guru Tak Tertarik Mengajar di Anambas

0
1137
WAKIL Gubernur Kepri H Isdianto saat mengadakan rapat bersama bupati dan pejabat Anambas untuk mencari solusi kekurangan guru di Anambas, awal pekan lalu.F-istimewa/humas pemprov kepri

ANAMBAS – Jumlah guru di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) hingga saat ini masih mengalami kekurangan. Lokasinya yang jauh dan tunjangan yang diterima tak sebanding dengan sulitnya lokasi kerja membuat guru tidak tertarik mengajar di sana.

Tidak hanya dari segi jumlahnya saja kekurangan guru, melainkan juga dari segi kwalitas. Oleh sebab itu, dalam waktu dekat Wakil Gubernur H Isdianto akan segera memanggil Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Kepri, M Dali guna mencarikan solusinya.

Kurang guru yang dialami sekolah-sekolah di Anambas, hal ini karena dipengaruhi letak Kabupaten Anambas yang dipandang masih terpencil, jauh dan penghasilan guru juga tidak sebanding dengan tantangan mengajar yang dihadapi saat ini. Sehingga banyak guru yang berpikir dua kali ketika ditugaskan di sana, terutama untuk guru SMA.

Informasi ini ditampung Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto saat rapat koordinasi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas di Ruang Rapat kantor Bupati Anambas, akhir pekan lalu.

Rapat ini dihadiri Bupati Anambas Abdul Haris, Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra, Sekda Anambas Sahtiar, Ketua DPRD Anambas Imran dan Wakil Ketua I DPRD Anambas Syamsul Umri. Selain itu hadir juga jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Anambas dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Anambas.

Baca Juga :  Siswa, Jadilah Pahlawan Masa Depan

”Menyangkut keberadaan guru ini penting untuk ditindaklanjuti. Saya sudah nyatakan untuk komitmen dalam hal penanganan pendidikan dan pariwisata. Jika di Anambas dilaporkan kekurangan guru, maka hal ini akan segera kita rapatkan bersama Kepala Dinas Pendidikan Kepri agar dicarikan solusinya nanti,” jelasnya.

”Tidak hanya di Anambas ini saja, tapi di daerah lain juga jika ada masalah akan segera kita tindak lanjuti,” kata Isdianto.

Wagub juga mengingatkan agar jajaran OPD yang ada di Anambas ini bersungguh-sungguh dalam membantu menjalankan program kerja Bupati dan Wakil Bupati. Begitu juga rekan-rekan di DPRD agar mampu bersinergi dengan baik dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Hal ini dikarenakan masih banyak yang harus dibangun di Anambas dan dibutuhkan kerja sama yang baik.

Baca Juga :  2019, Pemko Anggarkan Beasiswa

Di samping membangun infrastruktur, yang tak kalah penting untuk dibangun adalah membangun mental SDM-nya. Yakni SDM yang cerdas dan sejahtera. ”Kalau Kabupaten Anambas ini mau bangkit, OPD yang ada harus membantu bupatinya. Begitu juga teman-teman di DPRD agar mampu bersinergi dengan baik pula. Semua persoalan yang disampaikan hari ini akan kita bawa pulang ke Tanjungpinang dan akan kita bahas di lingkup Pemprov Kepri, guna dicarikan solusi,” kata Isdianto.

Bupati Anambas Abdul Haris memaparkan bahwa Anambas dengan 7 kecamatan, 52 desa dan 2 kelurahan, memiliki potensi pariwisata yang baik serta perikanan. Hanya saja kedua potensi ini belum tergali sepenuhnya karena berbagai kendala yang dihadapi. Termasuk diantaranya masalah pendanaan.

Menanggapi hal ini Wakil Gubernur pun mengajak Pemkab Anambas rajin menjolok anggaran ke kementerian. Bagaimanapun caranya, bahkan Pemprov Kepri akan bersedia membantu untuk menjoloknya.

”Insya Allah Pemerintah Provinsi Kepri akan selalu mengalokasikan anggarannya untuk pembangunan daerah Anambas ini. Namun untuk lebih maksimal, mari kita sama-sama menjolok anggaran di kementerian. Ini penting, karena jika mengharapkan APBD saja tidak akan cukup bantuan yang didapat,” ujar Isdianto.

Baca Juga :  Tanjungpinang Belum Full Day School

Adapun tunjangan tambahan penghasilan guru di Anambas tidak sama di masing-masing kecamatan. Di Kecamatan Siantan, tunjangan pengawas dan kepsek serta golongan IV Rp5,7 juta per bulan. Golongan III Rp5,2 juta sebulan. Golongan II Rp3,45 juta sebulan dan golongan I Rp2,75 juta sebulan.

Di Palmatak dan Siantan Tengah, tunjangan pengawas, kepala sekolah dan golongan IV Rp6,25 juta sebulan. Golongan III Rp5,7 juta. Golongan II Rp3,95 juta dan Golongan I Rp2,6 juta sebulan.

Di Siantan Timur dan Selatan, tunjangan pengawas, pekala sekolah dan golongan IV Rp6,3 juta sebulan. Golongan III Rp5,8 juta. Golongan II Rp4,05 juta dan golongan I Rp3,35 juta. Di Jemaja/Jemaja Timur, tunjangan kepsek, pengawas dan golongan IV Rp6,4 juta. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here