Banyak Ketua Parpol yang Tak Pede

0
758
WISUDA: Ketua Stisipol Endri Sanopaka menyerahkan piagam penghargaan dan Pemasangan selempang kepada mahasiswi peraih lulusan terbaik. f-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS

Pengamat politik dari Stisipol Raja Ali Haji Kota Tanjungpinang, Endri Sanopaka mengakui banyak di antara ketua partai politik yang kurang percaya diri untuk maju di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang 2018.

TANJUNGPINANG – Sampai saat ini hanya tiga ketua parpol yang berani menyatakan niatnya untuk bertarung dalam perebutan kursi walikota dan wakil wali kota. Yakni, Ade Angga yang ingin maju sebagai Wakil Wali Kota saja. Begitu juga Ketua DPD Hanura Tanjungpinang, Rona Andaka, yang ingin maju sebagai Wawako saja. Calon lainnya, Endang Abdullah, Ketua DPC Gerindra Tanjungpinang dan Alfin, Ketua DPD PKS Tanjungpinang.

Ketua partainya kemana? Padahal, menurut Endi Sanopaka posisi sebagai ketua parpol tentu memiliki peluang tersendiri dalam membidik kursi calon walikota Tanjungpinang. Bahkan, peluangnya untuk maju di Pilkada Kota Tanjungpinang justru sangat terbuka lebar. ”Cuma mereka itu harus realisitis juga dengan dukungan rakyat. Artinya tidak semata-mata terbawa ego sebagai pimpinan parpol untuk mencalonkan diri. Harus melihat di tengah masyarakat, diterima atau tidak,” tegasnya.

Sambung Endri, sebagai ketua parpol bukan berarti akan mendapatkan jalan yang mulus untuk agenda politiknya di pilkada. Namun, setidaknya ada keberanian ketua parpol untuk maju, walau tetap tetap harus berhitung mengenai peluang. Paling tidak ketua parpol tetap harus berani bertarung. ”Merekakan pasti punya ukuran soal kemampuannya. Dasarnya bisa dari perolehan suara di Pemilu 2014 lalu,” tegasnya.

Kata dia, ketua parpol selain Ade Angga, Rona Andaka, Alfin dan Endang Abdullah, nampaknya tidak memiliki keberanian berkompetisi. Padahal setiap ketua parpol punya peluang yang sama, hanya mungkin banyak diantara mereka yang harus berhitung secara matang mengenai peluangnya. Sehingga tidak merasa layak dan laku untuk bertarung.
Malah, ketua parpol tersebut hanya berani dan memilih untuk mencalonkan diri sebagai calon Wakil Wali Kota Tanjungpinang di tahun 2018 mendatang. Apakah ketua parpol tersebut, kurang percaya diri alias tidak PD, kalau dirinya maju sebagai calon Wali Kota Tanjungpinang. ”Saya kurang tau. Saya pun heran saja,” kata Endri.

Padahal, lanjut ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang ini, ketua parpol tersebut sudah memiliki basis masa yang jelas, apabila maju hingga mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Tanjungpinang. Mulai dari pengurus partai, kader partai hingga simpatisan partai yang dipimpinnya.

Karena mereka merupakan pimpinan partai. Tak akan mungkin, ketua partai tersebut tidak dipilih oleh pengurus hingga kader partai yang dipimpinnya. Apabila tidak dipilih, berarti ketua partai tersebut gagal memimpin partainya. Karena terbukti, bahwa dirinya tidak dipilih oleh pengurus hingga kadernya sendiri. ”Ini sangat memprihatinkan sekali,” ucap dia.

Bisa jadi, katanya, ketua partai kurang mendekatkan diri ke pengurus hingga kader partai tersebut. Atau, ketua parpol kurang lobi di DPP. ”Ini bisa jadi. Dan masih banyak lagi faktor lainnya,” sebut dia.(ANDRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here