Banyak Konsumsi Garam, Kena Hipertensi

0
579
TEPI LAUT: Warga Natuna banyak yang tinggal di tepi laut. Tingkat konsumsi garam oleh Warga Natuna cukup tinggi tiap tahun. f-dok/tanjungpinang pos

Warga Natuna penderita darah tinggi terbanyak di indonesia

Dikeliling lautan yang mengandung garam, membuat warga Natuna doyan mengonsumsi makanan dengan campuran garam tinggi. Sehingga, banyak warga Natuna kena hipertensi atau darah tinggi.

NATUNA – PENYAKIT ini bukan salah satu jenis penyakit menular. Namun, tetap berbahaya. Bahkan, Penyakit Tidak Menular (PTM) di Natuna dinyatakan memiliki prosentase tinggi. Jenis-jenis penyakit ini menjadi sangat menakutkan masyakat.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah mengatakan terdapat 52 persen warga dari total penduduk Natuna sudah teridentifikasi terkena PTM.

Ia menyebutkan jenis-jenis PTM yang tinggi di Natuna meliputi hypertensi, diabetes, hyperkolesterol, gagal ginjal, gangguan jantung dan lain sebagainya. ”PTM di Natuna memang tinggi. Berdasarkan hasil dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Natuna paling tinggi penderita se-Indonesia yaitu 52 persen, atau 52 % penduduk Natuna menderita hypertensi. Belum jenis-jenis PTM lainnya,” kata Hikmat di Ranai, Minggu (19/11).

Menurutnya, kondisi ini terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat dan juga karena adanya faktor keturunan. ”Faktor penyebabnya banyak dan yang paling menonjol adalah gaya hidup yang tak sehat dan ada juga karena keturunan serta faktor lainnya,” sebutnya.

Dengan ini, pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk pengendalian dan pencegahan seperti program sosialisasi kesehatan maayarakat, membentuk kelompok keluarga sehat dan membentuk Pos Bimbingan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu TPM) yang disebar di seluruh kecamatan dan puskesmas.

”Untuk pencegahan kita menggalakkan keluarga sehat dan pelayanan bimbingan kepada masyarakat. Dengan ini kita bisa mencegah bertambahnya angka TPM di Natuna. Posbondi TPM kita sebar ke seluruh kecamatan agar masyarakat bisa mengikuti bimbingan dengan mudah,” pungkasnya.

Angka penderita hipertensi di Natuna tahun 2017 tergolong turun dibandingkan tahun 2014 sekitar 53,3 persen. Berdasarkan Pemeriksaan Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tim Kesehatan Nasional terhadap penduduk umur 18 tahun ke atas tahun 2013 lalu, masyarakat Natuna pengidap hipertensi tertinggi di Indonesia dengan persentase 53,3 persen dari total penduduk setempat saat itu.

Pemicu terjadinya hipertensi yang akut disebabkan terlalu berlebihan mengonsumsi garam dalam makanan, tanpa didukung pola makan yang tidak sehat dan teratur.

Kabupaten Natuna memiliki laut yang begitu luas, sangat dimungkinkan penyakit tersebut mudah terjangkiti oleh masyarakatnya. Yang paling dikhawatirkan adalah dampak dari penyakit darah tinggi tersebut, apabila sudah komplikasi dengan penyakit lain bisa berakibat kematian. Beberapa langkah antisipasi terjadinya penyakit tersebut dan pengobatannya adalah dengan melakukan kontrol terhadap penyakit dan berobat secara rutin, berolahraga secara teratur, serta banyak mengkonsumsi buah-buahan.

Langkah-langkah untuk mengatasi akutnya penyakit mematikan itu sangatlah banyak. Baik dengan cara mengonsumsi obat secara langsung maupun mengatur pola makan dan pola hidup yang sehat serta berolah raga secara teratur.

Sejak 2012, Dinkes Natuna dan seluruh jajarannya secara intens telah melakukan kampanye bahaya penyakit hipertensi. Berikut pembelajaran diberikan kepada masyarakat tentang tata cara penanggulangan dan pengobatannya sehingga sedikit demi sedikit mereka menyadari akan bahaya penyakit itu.

Jumlah penderita penyakit tekanan darah tinggi sangat tinggi di Indonesia. Tekanan darah tinggi atau hipertensi telah membunuh 9,4 juta jiwa warga dunia setiap tahunnya. WHO memperkirakan, jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang membesar. Pada 2025 mendatang, diproyeksikan sekitar 29 persen warga dunia akan terkena hipertensi.

Penyakit ini memang dapat mematikan, namun masih dapat dicegah dengan cara menjaga makanan yang dikonsumsi, rajin berolahraga, makan makanan bergizi, hindari alkohol, rokok dan garam.

Walaupun hipertensi tidak menunjukkan berbagai gejala yang signifikan, namun dapat menimbulkan berbagai macam penyakit yang tidak kalah menakutkan seperti gagal jantung, stroke, gagal ginjal dan bahkan dapat membuat seseorang mati muda. (HARDIANSYAH/net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here