Banyak Perusahaan Tak Ikut BPJS

0
530
YUNIZAR

ANAMBAS – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Anambas mengakui, ada sejumlah perusahaan yang membandel terkait aturan ketenagakerjaan.

Pasalnya, masih didapati sejumlah perusahaan atau pemberi kerja tidak mendaftarkan pekerjanya mengikuti BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, BPJS Ketenagakerjaan tersebut merupakan program jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun.

”Sesuai UU Nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS. Pada dasarnya setiap orang termasuk orang asing, yang bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia wajib menjadi peserta program jaminan sosial. Dalam PP 84 tahun 2013 juga disebutkan, bahwa pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 orang atau lebih atau membayar upah paling sedikit Rp 1 juta sebulan wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja,” terang Debi Mersha Putra, Kepala BPJS Anambas, Selasa (5/12).

Debi mengakui, BPJS Anambas sudah melakukan sosialisasi terkait keikutsertaan tenaga kerja dari pemberi kerja. Menurutnya, tidak semua perusahaan memberikan respon yang baik dengan BPJS Ketenagakerjaan.

”Masih ada sejumlah perusahaan yang membandel, dan tidak mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS. Padahal, kami sudah melakukan sosialisasi,” tambah Debi.

Ia menegaskan, akan memberikan surat tertulis kepada perusahaan yang membandel. Apabila tidak direspon, maka akan diberikan sanski sesuai UU Jaminan Sosial.

”Sanskinya ada yakni, teguran tertulis, denda, dan tidak mendapat pelayanan publik. Nanti kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, agar perusahaan yang tidak turut terhadap UU maka perizinan terkait usaha tidak akan dilayani oleh pemerintah,” tegasnya. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here