Banyak Sampah, Turis Mengeluh

0
382
Brian, turis Singapura mengeluhkan sampah di laut Anambas. f-istimewa

Salah seorang turis asing asal dari negara Singapura cukup takjub dan terpukau dengan keindahan pulau dan laut serta pantai yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas. Namun, turis itu juga mengeluhkan sampah yang belum bisa diatasi dengan baik.

ANAMBAS – Brian, turis Singapura ketika ditemui di Jalan Tanjung Lambai tepatnya di Rumah Makan Kunyuk mengatakan, Anambas sangat beautiful (cantik) dengan dibantu juru bicaranya menyampaikan, mereka cukup senang datang ke Anambas.

Tapi persoalan sampah yang selalu membuat ia sedikit sedih dan meminta untuk dapat membersihkan sampah yang berserakan di dalam laut maupun di pantai. Katanya, hampir sejumlah titik pulau yang ia kunjungi selalu ada sampah yang berserakan di laut. Semua jenis sampah mulai dari sampah dari kantong plastik, botol plastik, kayu dan masih banyak lagi menyatu di laut.

”Banyak sampah. Saya tidak senang melihatnya. Tolong jangan buang sampah di laut, sayangilah laut. Anambas cantik, tolong dijaga,” terang Brian melalui juru bicaranya.

Pulau yang tidak ada penghuninya yang paling disukainya untuk melepaskan lelah yakni Pulau Rengek dan Pulau Penjalin. Pulau Rengek memiliki pantai dan laut yang indah serta sun set di sana bagus. Tapi sebagai destinasi perlu dilakukan sedikit pembangunan seperti disediakan tempat kamar mandi untuk bilas setelah berenang maupun menyelam di perairan pantai itu.

Ditambahkannya, pembangunan pelantar kayu perlu juga dibuat untuk sebagai sandar feri ketika sampai di sana. Ketika melakukan snorkeling atau swimming di sana fenomena ada sedikit fenomena yakni sampah yang beredar, sampah itu terlihat sudah lengket di akar biota laut dan diperkirakan usia sampah itu puluhan tahun dan dipastikan sulit dimusnahkan.

”Saya kenal Anambas dari teman saya asal Letung, ia kerja di Resort Pulau Tioman (Malaysia) dan saya juga lihat di website atau Facebook. Anambas cantik, bagus,” katanya sambil senyum.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Kepulauan Anambas Masykur menanggapi hal itu, ia tidak menyangkal bahwa Anambas masih banyak sampah yang berserakan di laut.

Katanya, dalam melakukan pengembangan pariwisata ke depannya lebih dibutuhkan peran serta masyarakat, sebab yang memiliki daerah ini adalah masyarakat Anambas pada umumnya juga.

Ia mengatakan, sampah yang berada di perairan laut atau di sekitar kota maupun di pantai-pantai, tidak cukup menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemda) saja, namun itu menjadi tanggung jawab bersama masyarakat.

Sejauh ini Pemda sudah berupaya semaksimal mungkin dalam menimalisir terkait pembuangan sampah atau membersihkan sampah di laut, tapi jika dibandingkan dengan masyarakat yang masih belum peduli dengan tenaga kebersihan laut tentu sangat jauh jumlahnya. ”Pemda sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membersihkan sampah maupun menggelar aksi nyata. Namun itu tentu tidak terlepas dari peran serta masyarakat dengan merubah pola hidup sehat yakni tidak membuang sampah di laut lagi,” jelasnya.

Ia melanjutkan, ia memastikan jika tidak dimulai dari sekarang merubah pola hidup sehat dan tidak membuang sampah di laut Anambas akan sulit melakukan perwujudan impian tentang pengembangan pariwisata Anambas yang lebih baik.

Masykur juga mengajak kepada semua pihak agar dapat saling membantu dalam pengembangan wisata Anambas dan menjadikan Anambas sebagai daerah yang anti sampah.

”Kita merencanakan bahwa Kabupaten Kepulauan Anambas terbebas dari sampah dan dijadikan pantai itu nol sampah. Mudah-mudahan rencana itu bisa diwujudkan. Sekali lagi peran serta seluruh elemen masyarakat sangat penting,” pungkasnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here