Banyak Warga Miskin, Nurdin Tak Yakin

0
198
WAKIL Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma saat datang ke rumah warga di Kampung Sekatap Dompak, beberapa waktu lalu. Nampak rumah warga yang sangat sederhana. f-dok/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Gubernur Provinsi Kepri H Nurdin Basirun mempersoalkan metode survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat jumlah penduduk miskin di Kepri, sekitar 125.362 orang warga Kepri masuk kategori miskin.

”Dia itu ngambil data dari mana, tahu tidak sudah banyak investasi mulai masuk ke Kepri,” ujar Nurdin kepada Tanjungpinang Pos, di Tanjungpinang kemarin.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, pada September 2018, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Kepri mencapai 125.362 orang.

Jumlah ini berkurang 6.324 orang dibanding Maret 2018 sebanyak 131.686 orang.

Pada periode Maret 2018-September 2018, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 736 orang dari 99.195 orang di Maret 2018 menjadi 98.459 orang di September 2018.

Sementara di daerah perdesaan juga mengalami penurunan sebanyak 5.577 orang atau dari 32.480 orang di Maret 2018 menjadi 26.903 orang di September 2018.

Sebagai informasi, selama periode Maret 2018-September 2018, garis kemiskinan naik sebesar 1,55 persen, yaitu dari Rp559.291 per kapita per bulan pada Maret 2018 menjadi Rp567.972 per kapita per bulan di bulan September 2018.

Sementara pada periode September 2017-September 2018, Garis Kemiskinan naik sebesar 5,96 persen, yaitu dari Rp536.027 per kapita per bulan pada September 2017 menjadi Rp567.972 per kapita per bulan pada September 2018.

”Saya sebelumnya, sudah minta Pak Sekda (Arif Fadillah, red). Bahkan Pak Sekda pun saat diskusi dengan mereka, pernah komplin dan mempertanyakan soal, sumber data dari mana,” jelas Nurdin.

Menurut Nurdin, geliat ekonomi di beberapa wilayah di kabupaten/kota saat ini sudah jauh berbeda dengan sebelumnya. Terutama Tanjungpinang, pada malam hari sudah mulai ramai geliat aktivitas ekonomi, UMKM dan sebagainya.

”Kalau imbasnya, pendatang dari daerah lain datang ke tempat kita, itu bisa, mungkin saja. Nanti kita cek lagi lah,” terang Nurdin. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here