Bappenas Anggap Babin Belum Prioritas

0
233
INILAH maket awal rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Pemerintah pusat masih berpandangan, kebutuhan akan Jembatan Batam-Bintan (Babin) yang diperjuangkan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sementara ini belum menjadi prioritas.

Kepada Tanjungpinang Pos, Wakil Ketua Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Kepri Surya Makmur Nasution menyampaikan bahwa pascadirinya bersama rombongan Komisi III berkonsultasi dengan pihak Bapenas RI, pihak pemerintah pusat sudah sangat tahu dengan impian Kepri ingin membangun Jembatan Babin.

Namun, kata dia, Bappenas masih punya pandangan lain tentang proyek strategis Nurdin Basirun tersebut, terhadap persoalan infrastruktur lainnya, kegiatan kesejahteraan sosial kemasyarakatan lainnya.

Sehingga, menurut salah satu pejabat Direktur Bapenas, sementara pemerintah pusat tidak menganggarkan proyek Babin sampai dengan 2020 mendatang.

”Ya, sampai 2020 proyek Jembatan Babin itu tidak masuk kegiatan yang dianggarkan,” tegas Surya, Selasa kemarin.

Lebih lanjut, Surya memaparkan bahwa pejabat di Bappenas sudah mengkaji jauh lebih dalam terkait pembangunan jembatan yang membutuhkan modal triliunan rupiah tersebut.

Sehingga timbul anggapan, dari Bapenas jika pun dipaksakan Kepri, pihaknya menawarkan pembangunan jembatan tersebut dikerjakan oleh pihak swasta.

”Bapenas minta silahkan dikerjakan swasta,” terang Surya.

Disinggung hal itu gagal dibangun atas kelalaian Pemprov Kepri yang dinilai lambat melobi keuangan pemerintah pusat? dirinya tidak menapik, bahkan dia mengharapkan kepala OPD Pemprov harus lebih inten bertatap muka, berdiskusi serta meminta alokasi kegiatan untuk Provinsi Kepri.

Karena menurut dia, banyak sekali PR yang harus dikerjakan mereka, seperti misalnya pelabuhan jembatan, jalan-jalan dan sebagainya.

Terutama anggaran infrastruktur, sudah saatnya dipikirkan. Bahkan Surya berpandagan bahwa Kepri saat ini, adalah satu provinsi yang terlambat dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur.

Lingga Anambas misalnya, perlu menjadi perhatian lebih. Natuna beruntung, karena pemerintah pusat saat disokong penuh pemerintah pusat, karena diuntungkan Natuna sebagai basis pertahanan negara.

”Yang penting adalah bagaimana, kita harus lebih intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Itu yang sangat penting, saya pikir,” tegasnya.

”Lebih rajin kita menyampaikannya, maka peluangnya akan semakin besar,” sarannya menimpal.

Dia mengakui bahwa di setiap-setiap OPD tersebut pasti sudah punya jaringan komunikasi yang intensif. Namun, paling tidak disampaikan secara tatap muka, face to face dengan pejabat pemerintah pusat. ”Paling penting interaksi, bertemu,” jelasnya. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here