Barang Antik Bertabur di Jemaja

0
885
KEPALA Desa Batu Berapit Kecamatan Jemaja ketika menunjukkan barang antik jenis mangkok dan piring yang ditemukan oleh warganya_ F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – Sejak tahun 1984 masyarakat Kecamatan Jemaja awal mulainya memiki ide untuk mencari harta karun berupa emas, mangkok, piring, tempayan dan masih banyak jenis lainnya yang pernah ditemukan oleh masyarakat.

Bukan menjadi rahasia lagi bagi masyarakat Kecamatan Jemaja terkait harta karun tersebut. Mereka mencari barang antik sebagai hobi dan mengisi waktu libur dan bahkan ada warga menjadikannya sebagai suatu pekerjaan baginya.

Sejak tahun 1984 warga Kecamatan Jemaja mulai dikenal mencari barang antik. Sudah banyak yang menemukan barang antik seperti emas, piring, mangkok, tempayan dan lainnya.

”Kalau sudah sekali mencoba mengantik maka akan ketagihan,” kata Sapri (65) kepada wartawan ketika ditemui di Desa Batu Barapit Kecamatan Jemaja, Senin (9/4).

Menurutnya, ketika Indonesia dilanda krisis moneter sekitar tahun 1999 waktu itu masyarakat dikejutkan penemuan emas ketika kontraktor melakukan buka akses jalan Desa Mampok Kecamatan Jemaja.

Warga pun beramai-ramai mencari harta karun itu, tapi hasil dari pencarian tersebut tergantung nasib saja. Setelah itu warga dikejutkan lagi penemuan barang antik seperti mangkok, piring bahkan ada yang mendapatkan senjata tajam berbentuk kris yang bertuliskan asal dari kerajaan Majapahit.

Mereka juga heran asal muasal barang antik itu bisa tiba di wilayah Jemaja ini apa penyebabnya. ”Kami tidak mengerti secara pasti asal muasal barang tersebut bisa ada di wilayah Jemaja ini. Besar kemungkinan tempat persinggahan bagi warga negara asing yang menggunakan perahu layar ketika itu,” ucapnya.

Jika barang antik dari mangkok, piring dan barang pecah belah lainnya di setiap barang yang ditemukan tersebut bertuliskan bahasa asal negara Tiongkok. Barang antik yang ditemukan sudah banyak juga yang terjual, persoalan harga yang dijual tergantung negosiasi antara pembeli dan penjual. ”Aneh tapi itu ada di Pulau Jemaja barang antik dan harta karun. Kalau ingin mencoba ikut mengantik ayo ikut kami nanti sore,” ajak sabri kepada wartawan.

Sedangkan Kepala Desa Batu Berapit Kecamatan Jemaja membenarkan hal itu dan dirinya juga ketika selesai bertugas di kantor desa dirinya saat ini setiap hari pergi mencari barang antik.

Ia juga pernah menemukan mangkok warna biru yang tidak tahu umur pembuatan mangkok itu. Ia memperkirakan barang yang ditemukan warga dan dirinya sekitar ratusan tahun silam. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here