Baru 50 Persen Warga Bayar PBB

0
687
Aswandi

ANAMBAS – BADAN Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas sudah menerima Rp 254 juta, dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam minggu ini.

Jumlah tersebut sudah termasuk pembayaran denda dua persen, bagi wajib pajak yang telat bayar. ”Dalam minggu ini kami sudah menerima Rp 254 juta PBB, dimana sebelumnya (per 30 September) kami baru terima Rp 113 juta. Jumlah tersebut sudah termasuk denda serta sudah mencapai 50,90 persen,” ujar Azwandi, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Anambas, Kamis (5/10).

Baca Juga :  Pemkab MoU dengan BIG Terkait Validasi Batas Desa

Azwandi menerangkan, dari seluruh jumlah wajib pajak baik yang sudah terdaftar dan baru terdaftar. Untuk itu, BKD mencatat jumlah PBB berkisar Rp 500 juta.

”Kalau semua membayar PBB ini akan sangat membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tetapi sejauh ini kesadaran masyarakat untuk membayar pajak masih rendah,” akunya.

Dia tidak mengelak, sejumlah masyarakat keberatan membayar pajak dengan alasan properti yang dimiliki tidak bersertifikat.

”Jadi ada anggapan masyarakat, karena tidak memiliki sertifikat tak harus bayar pajak. Itu yang salah, dan kami kembali menekankan sesuai UU setiap warga yang memiliki atau menguasai wajib bayar pajak. Sama halnya dengan rumah dinas, penghuni wajib membayar pajak meskipun itu aset negara,” jelasnya.

Baca Juga :  Nama Danlanal Dicatut Minta Bantuan

Keberadaan isi rumah, lanjut Azwandi, juga mempengaruhi pembayaran pajak. ”Kalau rumah sederhana pajaknya memang rendah. Kalau sudah tergolong sedang hingga mewah pajaknya juga demikian, bahkan jumlah AC juga mempengaruhi pembayaran pajak,” tegasnya.

Ia menambahkan, jumlah Surat Pembayaran Pajak Terutang (SPPT) sudah diterbitkan berkisar 12 ribu.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here