Baru Bebas Penjara, Langsung Jual Sabu

0
922
JUMPA PERS: Wakapolres Tanjungpinang saat jumpa pers penangkapan pelaku, kemarin. f-raymon/tanjungpinang pos

PNS SATPOL PP PEMKO JADI BANDAR NARKOBA

Satu tahun mendekam di penjara tak membuat Icuk Supriadi (33) jera. Ia malah mengulangi perbuatannya mengedarkan narkoba setelah bebas. Parahnya, ia seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Satpol PP Pemko Tanjungpinang.

Tanjungpinang – KINI, Icuk harus kembali merasakan dinginnya sel tahanan lantaran ia ditangkap saat mengkonsumsi narkoba, Rabu (22/2).

Ia ditangkap jajaran Satres Narkoba Polres Tanjungpinang di Hotel BBR kamar 208 Jalan Pantai Impian. Dari tangannya ditemukan barang bukti 30 gram sabu, 2 butir inek, timbangan digital, jarum suntik, gunting dan alat isap bong.

Tahun 2015 lalu, Icuk ditangkap saat membawa sabu seberat 0,5 gram. Akibatnya, ia dipenjara satu tahun. Baru bebas lima bulan lalu, pelaku kembali menjual barang haram itu.

Penangkapan tersangka berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa seseorang sedang menggunakan narkoba di hotel tersebut.

Mendapat laporan itu, pihak kepolisian langsung menindak lanjuti dengan menurunkan personel ke hotel itu.

Setelah dicek, ternyata benar di dalam kamar 208 tersangka sedang menggunakan sabu-sabu. Kepada petugas, tersangka mengaku sudah menjual sabu-sabu selama lima bulan terakhir ini.

Darimana barang haram tersebut bisa diperolehnya, sampai berita ini diturunkan pihak kepolisian masih merahasiakannya dengan alasan kasus itu masih dalam pengembangan.
Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 junto 112 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Wakapolres Tanjungpinang Kompol Andy Rahmansyah membenarkan pelaku adalah pegawai negeri. ”Tersangka IS merupakan oknum PNS,” katanya, Jumat (24/2).

Selain bandar narkoba, lanjut Andy, tersangka juga pemakai dan saat dilakukan tes urine oleh penyidik, hasilnya positif. IS juga merupakan residivis dengan kasus yang sama dan baru saja 5 bulan keluar dari penjara.

Saat ditangkap di TKP, ditemukan satu paket besar sabu seberat 23 gram dan 4 paket kecil sabu seberat 7 gram, sehingga keseluruhan seberat 30 gram.

”Pelaku ini adalah residivis dengan kasus yang sama,” ujar Andy Rahmansyah.

Kasatpol PP Kota Tanjungpinang Irianto membenarkan bahwa anak buahnya ditangkap pihak kepolisian dengan kasus narkoba. Menurutnya, saat Icuk bebas dari penjara lalu, sudah pernah dinasihati untuk tidak menggunakan narkotika lagi dan jangan pernah terjerumus di dunia itu lagi.

”Ini yang kedua terjadi padanya. Kita serahkan saja pada pihak kepolisian,” ungkapnya.

Irianto mengimbau kepada baik itu ASN ataupun honorer agar tidak terjerumus dan terpancing rayuan dari dunia narkotika.

Pihaknya sudah sering melakukan pembinaan bahaya narkotika. Dari pihak BNN juga melakukan penyuluhan bagi anggotanya, namun ada saja yang terjerumus.(Raymon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here