Batam dan Relang Meski Satu PP

0
707
Amsakar Achmad

BATAM – Pemerintah pusat, pemerintah provinsi Kepri, Pemko Batam menyasar kapal-kapal di Selat Malaka, agar lego jangkar di perairan Rempang dan Galang. Tahun ini, akan dilakukan pendalaman alur laut di sekitar Rempang dan Galang Batam, selain laut Karimun. Sehingga kapal-kapal besar di wilayah Selat Malaka, bisa lego jangkar. Dengan rencana itu, diharapkan pemerintah pusat juga segera mengambil keputusan atas Rempang dan Galang.

Waki Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Selasa (16/1) mengungkapkan hal itu setelah sehari sebelumnya, mengikuti rapat dengan pihak kementerian dan Pemprov Kepri. Rapat itu diakui, membahas rencana program tahun ini, untuk melakukan pendalaman alur di laut sekitar Pulau Rempang-Galang. Pendalaman dilakukan untuk mendukung aktivitas lego jangkar.

Baca Juga :  KSN Serukan Jaga Empat Pilar Indonesia

”Ya, tapi kita minta juga agar darat juga bisa dikembangkan, selain laut. Kita minta agar diturunkan PP terkait KEK. Kita minta, satu peraturan pemerintah (PP) Batam-Rempang dan Galang,” kata Amsakar.

Dengan PP KEK Barelang itu nanti, Amsakar mengakui, Relang bisa berkembang. Dengan PP KEK diharapkan, status Relang juga nanti lebih jelas. ”Sehingga kita bisa kembangkan parawisata di Relang. PP keluar, baru Pemko, Pemprov dan BP Batam mengemangkan,” ujarnya.

Harapan itu disampaikan Amsakar pada rapat di kantor Gubernur Kepri di Dompak. Hadir perwakilan Kemendagri, Kemenhub, Kemenhut, Pemko Batam, Pemko Karimun dan pelaku usaha yang berminat di Rempang-Galang. ”Dampaknya ke masyarakat Batam juga. Kalau Relang hidup, maka kehidupan dari Batam, akan bergeser,” jelasnya.

Baca Juga :  264 Pejabat Pemko Belum Laporkan Kekayaan

Inti pembahasan soal Relang, lebih pada rencana pendalaman alur laut Relang sudah disepakati saat rapat sebelumnya. Studi ditargetkan selesai 1,5 bulan sejak rapat sehari sebelumnya. Sementara regulasi untuk pendalaman alur akan dilakukan sekitar 3 bulan sejak rapat itu berlangsung.

”Akan dilakukan pengembangan pendalaman alur di Selat Malaka dalam memberikan peluang daerah startegis Batam dan Karimun. Agar kapal memilih Batam dan Karimun untuk lego jangkar,” katanya.

Gubernur akan mempercepat rencana rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau terluar. ”Ini diharapkan selesai dalam tiga bulan. Selanjutnya, mulai pendalaman alur laut. Targetnya tahun ini dikerjakan,” sambungnya.

Pemko Batam menegaskan jika kegiatan pendalaman alur laut Relang berlangsung, maka harus ada yang diterima masyarakat sekitar. Dalam hal ini, disepakati untuk menyalurkan CSR kepada nelayan. ”Pendalaman alur kalau dilakukan pihak ketiga, wajar mereka memberikan CSR ke masyarakat dan itu disepakati. Makanya, kita untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat,” sambungnya.

Baca Juga :  Tiket Promo Datangkan 80 Ribu Wisman

Diharapkan, pendalaman alur, akan banyak kapal yang sandar dan labuh jangkar di Batam. Kalau alur diperdalam, maka akan memberikan dampak ke Karimun, Lingga dan lain,” harapnya.

Pada rapat itu, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kementerian Kemaritiman, Agung Kuswandono mengakui kalau Wali Kota Batam, HM Rudi sudah meminta regulasi kegiatan dipercepat. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here