Batam Dilanda Kekeringan Air

0
105
Kondisi terkini waduk Sungai Harapan yang mengering, disikapi ATB dengan pemberlakuan rationing. F-ISTIMEWA
Kondisi Dam Sei Harapan saat ini cukup memprihatinkan, karena hujan yang jarang turun. Dampaknya, Dam Sei Harapan mengering, hingga PT ATB mengambil kebijakan, untuk melakukan pembagian bergilir air pelanggan yang menggunakan Dam Sungai Harapan, sebagai sumber air bersih.

BATAM – Pelanggan juga dihimbau melakukan penghematan air bersih.

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, mengatakan, gangguan yang berpotensi terjadi, diakui di Sekupang dan Tiban karena penggiliran suplai air (rationing) dijalankan apabila level waduk mencapai ambang batas yang mengkhawatirkan. Di mana, Dam Sei Harapan akan mencapai titik kritis di level minus 2,5 meter dari permukaan spillway.

”ATB akan lakukan rationing mulai Sabtu 20 April, karena air baku dalam Dam Harapan mencapai titik kritis,” katanya.

Walau saat ini berada di level minus 2,4 meter. Karena itu untuk memperpanjang masa ketahanan air baku Dam Sei Harapan, mulai Sabtu ATB akan melakukan rationing. Diakui, rationing merupakan program penggiliran suplai air kepada pelanggan dengan beberapa cara. Salah satunya menurunkan kapasitas produksi.

”Agar ketersediaan air baku dapat bertahan lebih lama,” sambung Maria.

Maria menjelaskan, water rationing akan dilakukan dua kali setiap pekannya, yakni setiap Sabtu dan Rabu. Saat rationing, produksi WTP Harapan akan berhenti beroperasi (off). Jadwal rationing akan dimulai Sabtu 20 April 2019 pukul 00.00 – 24.00 WIB dan Rabu 00.00 -24.00 WIB.

Rationing akan dimulai Sabtu dengan menerapkan pola rationingnya adalah 1-3-1-2 dengan artian 1 hari Instalasi Pengolahan Air (IPA) tidak berproduksi (off) 3 hari mengalir, 1 hari off 2 hari mengalir. Jadi setiap minggunya berjalan setiap Sabtu dan Rabu,” ucap Maria.

Ia menegaskan, program rationing yang akan diberlakukan di Dam Sei Harapan akan berdampak pada 18 ribu lebih pelanggan, mulai dari kawasan sebagian Tiban, Sekupang, Tanjung Pinggir, Tanjung Riau, Patam, dan sekitarnya.

Saat rationing diberlakukan, suplai air kepada pelanggan pasti tidak akan sehandal saat normal, suplai air bersih yang dinikmati pelanggan otomatis akan berkurang.

”Tekanan air yang diterima juga kemungkinan besar tidak akan sebesar saat normal. ATB berupaya agar pelanggan tetap mendapatkan suplai air,” ungkapnya.

Dihimbau agar pelanggan ATB mengubah pola pemakaian air sehingga dapat lebih menghemat air bersih. Selain itu pelanggan juga diharapkan disiplin dan tertib mengikuti jadwal rationing yang sudah ditetapkan. Ketidakdisiplinan dan intoleransi merupakan kendala yang dapat menggagalkan program rationing yang pada akhirnya menimbulkan masalah lebih besar.

”Saat program rationing diberlakukan, pelanggan harus tertib, disiplin dan berkomitmen untuk menghemat penggunaan air bersih. Jangan karena air di rumah masih mengalir lancar dan sanggup membayar tagihan yang dibebankan oleh ATB setiap bulan, pelanggan menghambur-hamburkan air bersih,” katanya.

Untuk kegiatan yang menggunakan air bersih dan bersifat tidak terlalu penting mohon dikurangi sehingga dapat menghemat cadangan air yang tersedia.

”Ketersediaan air baku adalah segalanya. Setiap tetes air sangat berarti bagi kelangsungan hidup. Kesia-siaan penggunaan air akan menjadi bencana bagi kita semua,” sambung dia.

Maria juga menghimbau agar pelanggan menyediakan tampungan seperlunya. Pelanggan diharapkan manampung air seperlunya dan bukan secukupnya.

”Karena orang lain juga membutuhkan kehidupan. Pelanggan harus bertoleransi dan berbagi dengan pelanggan lain yang juga membutuhkan air,” himbau Maria.

Maria menambahkan, penggiliran air tentu bukan sebuah pilihan yang diinginkan ATB termasuk pelanggan. Namun kondisi ini tidak bisa dihindari, setidaknya dengan penggiliran produksi umur waduk masih bisa bertahan meskipun tidak lama.

”Krisis air hanya menunggu waktu meskipun curah hujan meningkat. Kalau daya tampung waduk berkurang disebabkan pendangkalan yang belum teratasi, tetap saja jumlah air baku tidak mencukupi kebutuhan, terlebih jumlah konsumsi air di pelanggan terus mengalami peningkatan,” jelas Maria.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here