Batam-Johor Kerja Sama Promosi Pariwisata

0
135
Kadisparbud Kota Batam, Ardiwinata saat penyambutan turis perdana tahun 2019 di Pelabuhan Internasional di Batam Centre, awal Januari lalu. f-istimewa

BATAM – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan langkah untuk optimalisasi pertumbuhan wisman lewat Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions (MICE).

Merespon ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Batam menyiapkan langkah kerja sama dengan Johor, Malaysia. Pelaku usaha di mal-mal di Batam juga diminta berbenah menyiapkan program great sale.

Kadisparbud Batam, Ardiwinata, Senin (18/2) mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan program menyambut orientasi program Kemenpar.

”MICE itu kan salah satu atraksi pariwisata. Kita sedang menyiapkan program untuk itu. Kita juga minta mal-mal berbenah, menyiapkan great sale,” imbau Ardi.

Secara khusus nanti Disparbud juga akan melakukan pertemuan untuk mendukung program MICE. Dimana, mal-mal akan didorong untuk menyiapkan program promosi diskon, dalam menjaring wisatawan berbelanja di Batam.

”Kita pertemuan nanti dan dorong berbenah membantu melakukan promosi diskon,” ujarnya.

Langkah lain yang disiapkan diakui rencana pertemuan bulan depan dengan pelaku usaha kepariwisataan Johor, Malaysia. Setelah itu, baru disasar Singapura yang kedatangan wismannya terbesar ke Batam.

”Sekitar 209 agen untuk promosi MICE. Dinas Pariwisata membantu mendorong promosi ke negara tetangga,” sambungnya.

”Kita gelar table top ke Johor. Akan dibawa pelaku usaha pariwisata dari Batam, sebagai seller atau penjual. ”Nanti antarpelaku usah Johor dan kita, bertemu. Kerja sama ini akan mendorong MICE kita. Kita juga akan mendorong peningkatan daya saing MICE,” imbuh Ardi.

Sebelumnya, Menpar Arief Yahya menyatakan program mereka untuk optimalisasi MICE Indonesia yang potensinya sangat besar. Pihaknya akan menerapkan konsep Indonesia Incorporated dalam menggarap potensi wisata MICE di Tanah Air. Untuk itu, Menpar berharap semangat Indonesia Incorporated dapat diimplementasikan untuk merebut pasar MICE.

”Kita sering kalah dalam bidding. Hal itu karena bidding-nya sendiri-sendiri dan tidak terorganisasi. Kita dorong INACEB kalau mau maju harus menerapkan Indonesia Incorporated,” katanya.

Kemenpar sendiri mendukung anggaran promosi khusus MICE sebesar Rp10 miliar. Kalau sendiri-sendiri relatif akan susah dan anggarannya tentu lebih besar,” ujar Arief Yahya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here