Batam Menari Akan Diikuti 16 Ribu Orang

0
593
Guruh Soekarno Putra dan Kepala BP Batam Lukita menjelaskan rencana kegiatan Batam Menari pada Kamis (1/3). f-martua/TANJUNGPINANG POS

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam menggandeng pimpinan Kinarya GSP, Guruh Soekarno Putra untuk menggelar agenda parawisata, Batam Menari. Ditargetkan, 16 ribu penari akan tampil membawakan tarian yang dinamai tarian rampai Batam. Tarian yang didesain Guruh itu, menggabungkan beberapa tarian daerah menjadi satu tarian yang diberi nama, tarian rampai Batam.

Guruh Soekarno Putra yang didampingi Kepala BP Batam, Lukita menyebutkan, tim dari Kinarya GSP sudah di Batam dan mulai melatih calon pelatih untuk kelompok masyarakat Batam.

”Tujuh orang sudah dikirim untuk melatih di Batam. Mereka melatih seratusan orang, untuk melatih elemen masyarakat yang terlibat nanti,” ungkap Guruh, Kamis (1/3) di gedung Marketing BP.

Menurutnya, tarian berdurasi sekitar 7 menit itu, konsepnya tetap dari tarian daerah masyarakat di Batam. Dalam tarian ditampilkan keberagaman suku atau etnis masyarakat Batam. Sehingga satu tarian yang diberi nama tarian rampai Batam yang merupakan gabungan dari beberapa tarian yang menjadi khas Batam.

”Koreografinya dari unsur tari Melayu, Minang, Batak, China dan Jawa. Kami menyiapkan yang tidak terlalu sulit tapi tariannya indah. Kalau terlalu lama, dalam pelaksanaannya, bisa kami sederhanakan,” beber Guruh.

Guruh mengaku senang dilibatkan dalam acara Batam menari, sehingga persiapan sudah mereka lakukan sejak dua bulan lalu.  ”Kami minta doa dan restu dari amsyarakat semua, agar yang kami lakukan, mendapat kemudahan, sehingga bisa terlaksana dengan baik. Kami mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi,” pintanya.

Sementara Kepala BP Batam, Lukita mengungkapkan jika Batam Menari akan berlangsung, 8 April 2018. Kegiatan diakui akan berlangsung sekitar wilayah Batamcenter. Namun tidak disebutkan lokasi pastinya. ”Kita sudah ketemu dengan payuguban dan elemen masyarakat lainnya, untuk berpartisipasi. Makanya sudah ada yang dilatih,” cerita Lukita.

Disebutkan, tarian yang dikonsep pihaknya bersama Guruh itu, menjadi tarian utama. Selain itu, akan ada tarian-tarian lain yang akan ditampilkan. Ditargetkan, kegiatan ini akan mendapat MURI. Selain masyarakat, kegiatan itu juga melibatkan pegawai BP dan Pemko Batam.

Karena itu, pihaknya mengharapkan partisipasi masyarakat, dalam mendongkrak nama parawisata Batam. Keterlibatan masyarakat dari berbagai suku itu, menjadi cermin masyarakat yang multietnis. ”Walau multi etnis, tapi bisa bersama,” sambungnya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here