Batam, Turki-nya Indonesia

0
608
Gushairi, S.HI, MCL

Gushairi, S.HI, MCL
Dosen STAI Ibnu Sina

KOTA Batam adalah salah satu kota Industri di Indonesia yang letaknya sangat strategis, berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, dan tentunya tempat persinggahan para pelaku usaha dunia di kota ini.

Kota Batam mempunyai visi yang sangat indah yakni “Terwujudnya Batam menuju Bandar Dunia yang Madani dan menjadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Nasional”.

Batam bisa menjadi Turkinya Indonesia, Turki di sini bukan yang dimaksud sebagai negara yang baru saja dicoba untuk dikudeta oleh tentara militernya, bukan juga tentang kota Istanbul yang menggoda dengan kehidupan malamnya, bukan juga sebagai negara yang dulunya hidup sekuler, negara yang dulunya melarang jilbab di kampus, akan tetapi tentang kehidupan keagamaan masyarakatnya yang berkembang pesat luar biasa.

Setelah Recep Tayyip Erdogan memimpin negara Turki, Turki mengalami perubahan yang luar biasa, memakmurkan masjid yang diramaikan oleh anak-anak muda dan remaja yang beribadah dan melakukan kegiatan keislaman yang di pusatkan di masjid-masjid.

Lebih menakjubkan lagi adalah bagaimana gerakan shalat subuh yang dilakukan di sana hampir sama jama’ahnya dengan shalat Jum’at.

Pemerintah Provinsi Kepri, khususnya masyarakat Batam tentu saja bisa mewujudkan hal yang demikian, dan Batam bisa menjadi Turkinya Indonesia jika dilihat dari beberapa aspek;

Pertama, program Subuh keliling oleh Kementrian Agama kota Batam
Kementrian Agama (Kemenag) kota Batam di bawah pimpinan Bapak Drs. Zulkifli Aka, M.Si membuat terobosan untuk melaksanakan subuh keliling ke masjid-masjid yang ada di Batam ini, untuk memberikan contoh dan mengajak kaum muslimin untuk menggalakkan shalat subuh berjama’ah di masjid.

Tepat 24 Juli 2016 kemarin, Kementrian Agama telah melaksanakan subuh kelililing di masjid Al-Khoir yang ke- 251, yang artinya sudah hampir 251 masjid yang ada di kota Batam ini dilaksanakan program Subuh keliling “Suling”.

Kementrian Agama tidak hanya bergerak sendirian dalam mewujudkan program subuh keliling ini, mereka bekerja sama dengan pemerintah kota Batam, seperti di wakili oleh dinas kesehatan, Asisten III Kota Batam, dan instansi lainnya untuk shalat subuh berjama’ah.

Tentunya ini merupakan sebuah terobosan yang luar biasa, apalagi jika semua pejabat pemerintahan ikut serta dalam program-program tersebut, dan tentu juga menjadi wadah bagi pemerintah untuk terjun langsung melihat masyarakatnya dan memberikan informasi tentang program-program pemerintah terhadap rakyat.

Kedua, semangat dalam memakmurkan masjid
Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di kota Batam pada saat ini, sudah mulai menyadari akan pentingnya untuk memakmurkan masjid, dengan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan agama Islam.

Seperti masjid Al-Khoir Perumahan Anggrek Mas, Sebuah masjid yang berdiri dengan megah di atas bukit ini sudah menjadi perhatian masyarakat Batam, dengan berbagai kegiatan yang sudah di laksanakan.

Dengan jumlah Kepala keluarga yang muslim sekitar 200 KK, hampir setiap subuh nya, jama’ah bisa mencapai 70 orang, ini merupakan angka yang besar bagi sebuah masjid yang terletak di dalam perumahan.

Jumlah ini mengalami peningkatan hampir 100 % jika di bandingkan dengan sebelumnya dalam kisaran 20-30 orang subuhnya. Jumlah jama’ah ini semakin bertambah ketika di laksanakan kuliah subuh di minggu pagi, bisa mencapai 90-100 orang.

Masjid tidak hanya digunakan sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat lima waktu saja, akan tetapi sebagai tempat majelis ilmu, setiap selesai shalat subuh di masjid al-khoir di adakan kuliah subuh lebih kurang 20 menit dengan materi yang berbeda-beda, seperti tafsir al-Qur’an, kajian kitab Riyadus shalihin, Hadis Arba’in, dan mempelajari kajian-kajian ilmu Fiqh.

Setiap sabtu pagi di adakan tahsin al-qur’an atau memperbaiki bacaan al-Qur’an bagi bapak-bapak, bagi mereka yang mempunyai semangat tinggi dalam mempelajari ilmu Qur’an.

Masjid juga di dekatkan dengan anak-anak dan remaja, baik dalam bentuk Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), maupun dalam bentuk olahraga seperti membentuk tim futsal dan tenis meja.

Masjid-masjid lainnya tentu mempunyai program-program unggulan dalam rangka memakmurkan masjid, seperti masjid Raya kota Batam, Masjid Sukajadi, Masjid Jabal ‘Arafah, masjid Baitus Syakur dan tentunya masjid-masjid lain yang di Indonesia.

Ini merupakan suatu kebahagiaan jika setiap masjid di kota Batam ini mempunyai semangat yang sama dalam melaksankan shalat subuh berjama’ah dan kegiatan-kegiatan lainnya, tentu tidak mungkin Batam sebagai Turki nya Indonesia, jika tidak ada semangat pengurus, dan didukung oleh jama’ah yang gigih dalam mewujudkan itu semua.

Ketiga, berkembangnya pendidikan yang Islami
Masyarakat Batam sangat bangga sekali ketika diresmikan sebuah sekolah yang Islami, karena Batam adalah termasuk kota yang di amanahkan dari 20 kota untuk mendirikan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) pada tahun 2016 ini.

Tentunya ini adalah salah satu kebanggaan bagi masyarakat Batam yang memiliki sekolah unggulan dari bidang keagamaan dan umum, karena mempunyai target bisa masuk dalam perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dan juga di level internasional para lulusannya.

Dengan kehadiran sekolah ini dan sekolah Islam lainnya akan memberi spirit yang baru bagi masyarakat Batam untuk memiliki generasi-generasi yang Beriman dan Bertaqwa (IMTAQ) serta Berilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Namun demikian, dalam mewujudkan Batam sebagai Turki nya Indonesia, tentu tidak akan semudah membalikkan telapak tangan, karena masih banyak pekerjaan-pekerjaan rumah yang masih perlu di perbaiki secara perlahan-lahan.

Tindakan kriminalitas yang sangat tinggi harus menjadi perhatian bersama, dimana dalam setahun terakhir, sudah terjadi empat kasus pembunuhan wanita muda yang menyita perhatian masyarakat, dimana baru-baru ini kota Batam dikejutkan dengan kematian seorang mahasiswi yang ditemukan tewas dalam hutan Duriangkang, Kabil Nongsa, .

Dimana pembunuhnya masih belum terungkap dengan jelas. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak angka kriminalitas maka sebuah daerah tersebut masih jauh dari kesejahteraan.

Kondisi darurat narkoba yang dicanangkan oleh presiden Jokowi merupakan keadaan berdasarkan fakta dan data yang dirilis oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, berdasarkan penelitian tersebut ada sekitar 5 juta penduduk Indonesia berpotensi menyalahgunakan narkotika tersebut dan hampir 50 orang yang meninggal dunia karena narkoba.

Menurut Darmarita BNN Kota Batam, di Kepulauan Riau ada sekitar 4 ribu jiwa yang menggunakan narkoba, dan tentunya kota Batam adalah pintu gerbang bagi Bandar narkoba karena memang Batam adalah jalur international.

Hal ini adalah tantangan besar bagi Pemerintah Kota Batam dalam rangka mewujudkan Batam sebagai kota Bandar dunia yang Madani, seperti meningkatkan lagi penyuluhan dalam penyalahgunaan barang-barang narkotika.

Kenakalan remaja termasuk penghambat dalam merealisasikan Batam menjadi kota yang Madani, perilaku pergaulan bebas, praktik asusila, pencurian dan penyimpangan-penyimpangan lainnya masih menjadi perhatian semua kalangan terutama para orang tua.

Karena remaja adalah generasi penerus di masa yang akan datang, jika remaja pada saat ini jauh dari kehidupan masjid tentu akan meninggalkan generasi-generasi yang lemah iman dan mentalnya.

Orang tua dan keluarga adalah corong utama dalam memantau segala tingkah laku anaknya.

Pada akhirnya, setelah melihat realita di atas, ada beberapa potensi bagi kita masyarakat Batam untuk menjadikan Batam sebagai Turki nya Indonesia dengan motto Bandar dunia yang Madani, dengan meningkatkan program-program keagamaan, pendidikan yang berkualitas, dan menjaga semangat masyarakat yang tinggi dalam memakmurkan masjid dan sebagai pusat pendidikan Islam.

Akan tetapi di sisi lain, masih di temukan faktor-faktor penghambat dalam menjadikan Batam sebagai Bandar dunia yang Madani, yang menjadi perhatian seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat Batam sendiri. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here