Batu 8 jadi Pusat Ekonomi Baru

0
1107
Gubernur H Nurdin Basirun melihat master plan pembangunan pasar induk modren di kawasan Batu 8 Tanjungpinang.f-suhardi/tanjungpinang pos

Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) konsen membangun sarana pendukung pertumbuhan ekonomi baru di Kota Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Salah satu program yang akan dijalankan adalah membangun unit pasar induk modren di kawasan Batu 8 atas. Lokasinya, di pasar buah Batu 8 Tanjungpinang.

Pasar induk dibangun di atas lahan 4,7 hektare. Konsep pembangunnya akan terhubung langsung ke laut, sehingga aktivitas bongkar muat kapal sembako cepat. Kapal bisa melakukan bongkar muat bisa bertonase 10 sampai 20 gross tone (GT).

Untuk memastikan pembangunannya, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Burhanuddin, Asisten bidang Ekonomi dan Pembangunan Syamsul Bahrum, turun langsung ke lokasi sambil membawa master plan rencana pembangunan kawasan pasar induk modern di kawasan Batu 8 atas tersebut, Selasa (14/8).

Baca Juga :  Hari Ini, Tengku Dahlan Dilantik Menjadi Pj Sekda

”Pak Gubernur ingin menciptakan pusat pergerakan ekonomi baru. Ini niatnya selama ia menjabat,” tegas Kadisperindag Kepri Burhanuddin.

Untuk mewujudkan pasar baru tersebut, sambung dia, Gubernur Kepri terus melakukan lobi-lobi anggaran APBN ke pemerintah pusat dan lobi terus digencarkan dilakukan.

Lobi-lobi tidak hanya Kementerian Perdagangan, tapi juga melalui Sekretaris Negera (Setneg), hingga ke jajaran Direktur Jenderal masing-masing lembaga di kementerian terkait.

”Setelah dibangun, akan menjadi pusat ekonomi baru. Di pasar ini semua yang dicari masyarakat ada. seperti sayur mayur, ikan, serta sembako,” terangnya.

Baca Juga :  Imunisasi Lengkap, 200 Anak Dapat Piagam

Menurutnya, di pasar tersebut masyarakat juga bisa membeli logistik tradisional, perdagangan antar pulau, terdapat gudang, sehingga membantu melancarkankan arus barang antar pulau.

”Semua arus barang, misalnya dari Tembilahan, Jambi dan Palembang, Medan bisa masuk ke situ, karena kondisi pasar Tanjungpinang di Pelantar I dan Pelantar II saat ini sudah sangat crodit, atau tidak layak untuk dibangun,” paprnya. (SUHARDI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here