Batu Tujuh Segera Dipasang Box Culvert

0
61
Senin (5/11), alat Damkar diturunkan untuk menyetot sisa air yang masih mengenangi pemukiman. F-ISTIMEWA

Walikota Tanjungpinang H Syahrul turun memantau kondisi banjir di Jalan DI Panjaitan atau samping SPBU Batu 7, Senin (5/11) pagi, sebelum ia berangkat ke Uni Emirat Arab.

TANJUNGPINANG – Saat banjir, Minggu (4/11) siang, Kapolres AKBP Ucok Lasdin Silalahi Tanjungpinang bersama masyarakat turun langsung ke lokasi banjir. Bahkan turunya Kapolres ke lokasi banjir menjadi viral di media sosial. Karena, mereka tidak didampingi para pejabat atau intansi terkait yang mestinya menjadi tanggungjawab untuk mengatasi banjir tersebut.

Ketinggian air di jalan raya mencapai satu meter. Banyak kendaraan roda dua dan roda empat mogok dan terjebat banjir. Pemicu banjir, salah satunya karena sengketa lahan yang berlarut-larut antara dua pengusaha Desmon dan Rudi Chua. Jadi, lahan tersebut tidak bisa dibangun saluran pembuangan air. Syahrul turun memantau dan berkodinasi dengan pihak terkait. Seperti kepolisian, dinas terkait yang menangani masalah tersebut. Bahkan beberapa mobil damkar milik Pemko diturunkan, untuk menyedot sisa air banjir, agar cepat kering.

Syahrul mengatakan drainase tersumbat sehingga perlu dilakukan perbaikan. ”Tadi kita sudah koordinasi ada pula provinsi dan beberapa pihak lainnya untuk membahas masalah ini agar tidak ada lagi genangan air,” ujar Syahrul.

Sambung dia, pihaknya juga akan merapatkan masalah ini agar segera dilaksanakan kapan proses pembuatan saluran drainase.

”Saluran akan dibuat drainase. Karena ini tersumbat sampah dan perlu dibuat saluran yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Genangan banjir di lokasi tersebut sudah lama. Dipicu dari sampah yang menyumbat drainase. Namun untuk jalan arah Di Panjaitan menuju lampu merah Batu 6 tidak adanya drainase. Sehingga dengan terpaksa saluran apa adanya.

Untuk mempercepat penangganan banjir tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang melakukan rapat bersama berbagai pihak terkait penanganan banjir di depan SPBU Batu 7, Tanjungpinang.

Rapat dilakukan di Aula Kantor Camat Tanjungpinang Timur, Senin (5/11) siang. Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma didampingi Kepala PUPR Tanjungpinang, Hendri serta Kabid BM PUPR Tanjungpinang, Zulhairi.

Hadir dalam rapat tersebut perwakilan para pemilik lahan yaitu Desmon, perwakilan PT Puji dan Rudi Chua serta Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU Kepri, Handoko beserta jajarannya. Sesuai pembahasan teknis untuk menyelesaikan persoalan itu, perlu kemurahan hati dari pemilik lahan.

Ia menuturkan, bila tidak ada kerelaan dari pemilik lahan, maka pemerintah sulit melakukan pekerjaan seperti pelebaran drainase serta beberapa lainnya secara teknis.

”Saya mengetuk hati Bapak dan Ibu selaku pemilik lahan agar mau menghibahkan lahannya untuk penanganan banjir,” ujarnya dalam rapat bersama yang dihadiri tokoh masyarakat seperti Ketua RT dan lurah serta Camat Tanjungpinang timur, Yeni selaku notulen.

Meskipun itu penanganan jangka panjang, rencananya pemerintah provinsi maupun kota akan melakukan penanganan banjir jangka pendek. Sembari menunggu pengerjaan melalui APBD Murni 2019.

Handoko menuturkan, untuk jangka pendek, Dinas PU Provinsi Kepri kini bisa membantu Rp50 juta serta personel. Anggaran ini, menurutnya hanya untuk membeli bahan. Bila Pemko benar-benar ingin mengurangi genangan banjir di kawasan itu, maka harus bersedia membantu alat berat.

”Jadi dari kami (Pemprov) bahan dan dari Pemko Tanjungpinang alat berat seperti ampibi. Pengerjaannya mengeruk tanah di kawasan dari Pemko,” ujarnya. Ia menuturkan, pekerjaan sudah dilaksnakaan. Untuk jangka panjang, sesuai yang disampaikan Rudi Chua akan dialokasikan anggaran senilai Rp1 miliar untuk pembangunan box culvert di kawasan itu.

”Kemarin Pak Nurdin mau berkomitmen akan membantu menangani banjir, mudah-mudahan terealisasi,” ujar Rahma dalam forum kembali.

Pemilik lahan perwakilan Desmon yang dihadiri Junaidi menuturkan, jika lahan itu untuk kemaslahatan umat atau orang banyak, pada prinsipnya siap membantu. ”Saya mewakili Pak Desmon, hanya mau menyampaikan jika lahan dipakai untuk pelebaran drainase pada prinsipnya kami siap membantu,” ungkapnya.

Perwakilan PT Puji yang diwakili Jasmanto juga menyatakan pihaknya siap mengikuti hasil rapat apalagi untuk kepentingan banyak orang sehingga persoalan banjir dapat teratasi. Rahma menuturkan, ucapan terima kasih kepada masyarakat yang bersedia menghibahkan lahannya untuk pembangunan drainase.

Ia meminta para perwakilan menyampaikan bahwa lahan yang digunakan nanti dibagi dua yaitu sebagian milik PT Puji dan sebagiannya lagi milik Desmon.

”Jadi nanti dibagi dua rata. Jangan berpikir lahan ini lebih banyak diambil maupun sebaliknya. Jadi mudah-mudahan ini bisa menyelesaikan persoalan banjir disitu,” tuturnya. Sementara itu, Asisten Pemerintahan Kota Tanjungpinang, Irwan menuturkan, ada juga keluhan bahwa limbah atau air dari Hotel Rainbow tumpah ke jalan.

Terkait hal ini, Rudi Chua menuturkan, secara personal ia tak ikut dalam manajemen Hotel Rainbow, namun ia menilai manajemennya perlu pembenahan. Seperti diketahui, sebelummya limbah air dari hotel di kadang meluap ke kawasan lahan Desmon.Terkait ini pernah menjadi konflik, sehingga solusinya waktu itu, di masa kepemimpinan Suryatati A Manan, limbah dipompa ke drainase.

”Saya pikir memompa limbah itu kurang tepat, maka saya juga meminta Pemko bisa memberikan solusi terkait persoalan itu seperti apa,” ungkapnya. Hendri menyarankan, limbah dari Hotel Pelangi nantinya bisa langsung ke drainase utama.

Hanya saja, harus diketahui bahwa tahun ini belum ada anggaran untuk pembangunan drainase karena belum ada lahan. ”Kalau nanti Pak Desmon mau menghibahkan lahannya, maka nanti limbah bisa langsung dialirkan ke drainase utama. Sehingga tidak meluap ke jalan,” tuturnya.

Hadir juga perwakilan Polres Tanjungpinang yang menyatakan siap mendukung pelaksanaan persoalan banjir. Bukan hanya disitu namun dibeberapa kawasan yang dianggap perlu.(DESI -ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here