Bawa 90 Ton, Bongkar Muat di Tengah Laut

0
856
PASUKAN Marinir berjaga-jaga di atas kapal pembawa beras yang diamankan Lantamal IV Tanjungpinang, Kamis (17/5).) lalu.f-jpnn

Pangarmada Periksa Kapal Penyelundup Beras Di Batam

Panglima Koarmada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, melaksanakan inspeksi dan peninjauan secara langsung ke Kapal MV. Alkar Trust dan MV Kar Trust, 2 di Batam, Kamis (18/5).

BATAM – Dua kapal kargo asing itu ditangkap Tim Gabungan WFQR (Western Fleet Quick Response) Lantamal IV Tanjungpinang serta Lanal Batam karena menyeludupkan beras sekitar 90 ribu ton.

Kapal-kapal itu diamankan saat melakukan penyelundupan beras di Perairan Teluk Sebong Bintan beberapa waktu yang lalu. Dalam peninjauan itu, Yudo menyampaikan terkait proses penangkapan kedua kapal.

Dimana kedua kapal tersebut ditangkap oleh Tim gabungan WFQR Lantamal IV dan Lanal Batam di Perairan Teluk Sebong Bintan tepatnya pada koordinat 01° 12′ 791″ N – 104° 15′ 297″ E pada hari Selasa tanggal 8 Mei 2018.

Baca Juga :  FKDM Kepri Ajak Masyarakat Wujudkan Kenyamanan Bersama

Dibeberkannya, perkembangan dari hasil pemeriksaan bahwa dari hasil pengecekan urin para ABK negatif dan tidak ditemukan adanya narkoba.  ”Sedangkan hasil pengecekan terhadap muatan beras tidak ditemukan adanya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) sehingga aman dikonsumsi,” katanya.

Dijelaskannya, nakhoda MV Alkar Trust melayarkan kapal tidak sesuai dengan rute pelayaran berdasarkan port clearance. Selain itu, selama pelayaran dari Madagascar, MV Alkar Trust mematikan AIS. ”Selain itu kedua kapal juga melakukan kegiatan Ship To Ship (STS) tanpa izin Syahbandar dalam kegiatan transfer muatan di tengah laut dan bukan di pelabuhan resmi,” bebernya.

Yudo menyebutkan, pelanggaran tersebut merupakan tindak pidana pelayaran. Sehingga, masuknya kedua kapal ke wilayah Indonesia tanpa adanya Penunjukan Keagenan Kapal Asing (PPKA). Selain itu, melaksanakan lego jangkar di luar lay out lego jangkar yang ada. ”Dimana titik koordinat lego atas perintah dari pihak perusahaan,” bebernya.

Baca Juga :  Impor Barang Industri Manufaktur Capai 82 Persen

Selain itu kapal sempat melaksanakan kegiatan Fumigasi tanpa izin dari pihak Karantina, sehingga kuat dugaan adanya campur tangan oknum dari instansi tertentu yang mengizinkan kedua kapal tersebut untuk melaksanakan kegiatan ship to ship.

”Dan pelanggaran yang terakhir adalah melakukan tindak pidana keimigrasian,” imbuhnya.

Saat ini kedua kapal lego jangkar di perairan Tanjung Sengkuang di bawah pengawasan dan penjagaan ketat Lanal Batam. Kapal diamakan karena membawa beras ilegal yang berasal dari Myanmar. Rencananya, beras akan dibawa ke Madagaskar. ”Sekitar 5 ribu ton beras yang diamankan,” bebernya.

Baca Juga :  STIT Lingga Diakreditasi BAN-PT

Dijelaskannya, dicek dari GPS MV Alkar Trust, awalnya memuat beras 18.000 ton dari Myanmar dibawa ke Madagaskar. Tapi baru dibongkar 17.000 ton, dipanggil dari agen untuk bergerak. Namun pergerakannya malah ke wilayah Batam. ”Kapal MV Alkar Trust sudah seminggu lego jangkar kurang lebih satu mil dari Teluksebong kemudian MV Kar Trust datang untuk mengambil sisanya,” imbuhnya mengakhiri.

Penyelundupan di Kepri menjadi hal yang sering dilakukan para pelaku. Untung petugas selalu menjaga laut Kepri ini.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here