Bawa Desain Jembatan Babin

0
382
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun bersama Presiden RI Joko Widodo saat meninjau pembangunan Waduk Gong di Galang, beberapa waktu lalu. f-dok/tanjungpinang pos

Hari Ini, Gubernur Presentasi di Istana

Harapan baru bagi Kepri. Jika disetujui, maka pemerintah pusat akan menganggarkan APBN untuk membangun Jembatan Batam-Bintan (Babin). Hari ini, Selasa (27/2), Gubernur Kepri H Nurdin Basirun akan mempresentasikan tentang Jembatan Babin di hadapan Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara di Jakarta.

Tanjungpinang – Presiden sendiri tertarik dengan rencana pembangunan Jembatan Babin ini saat disampaikan gubernur di salah satu acara rakornas di Bandung pekan lalu yang juga dihadiri Presiden.

Mendengar sedikit pemaparan gubernur saat itu, Presiden pun meminta Nurdin untuk datang ke Istana Negara hari ini dan mempresentasikan Jembatan Babin untuk didengarkannya apa manfaatnya bagi sektor pembangunan dan ekonomi Kepri ke depan.

Gubernur sendiri sudah berangkat ke Jakarta, Senin (26/2) sore. Jika tidak ada perubahan jadwal, maka hari ini akan dipresentasikan tentang jembatan itu di hadapan Presiden dan sejumlah menteri.

Gubernur turut membawa tim bersamanya seperti Kepala Bappeda Pemprov Kepri, Naharuddin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kepri Abu Bakar, Kepala Biro Pembangunan Pemprov Kepri Aries Fahriandi dan rencananya juga diikuti Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah.

Abu Bakar membenarkan pertemuan dengan Presiden akan dilakukan hari ini di Jakarta. ”Kami baru sampai (di Jakarta). Pak Gubernur sudah duluan tadi. Pak Sekda mungkin nyusul juga malam ini,” ujar Abu Bakar singkat saat dihubungi koran ini via ponselnya, kemarin malam.

Sebagai persiapan, mereka juga membawa desain Jembatan Babin tersebut untuk memudahkan Gubernur saat presentasi nanti di hadapan Presiden.

”Desainnya sudah lama kita buat dan ini sudah lama kita gembor-gemborkan. Mudah-mudahan ada harapan bagi kita dari Pak Presiden,” kata singkat.

Kepala Bappeda Pemprov Kepri, Naharuddin mengatakan, jika waktu mencukupi, maka gubernur juga akan menyampaikan rencana pembangunan strategis yang lain di Kepri seperti Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas di Tanjungsawuh Batam.

Kemudian gubernur juga sudah mempersiapkan diri untuk mempresentasikan tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang Bintan, KEK Pulau Asam Karimun dan lainnya.

Pembangunan Jembatan Babin ini, kata Naharuddin, juga bersinggungan dengan beberapa pulau dan masih berkaitan dengan Pelabuhan Tanjungsawuh.

Jembatan Babin ini juga akan dibangun atau melintasi dua pulau. Sehingga, apabila Jembatan Babin dibangun, maka Pelabuhan Tanjungsawuh juga akan dibangun. Ini akan menjadikan Kepri khususnya Batam menjadi pusat pelabuhan kontainer yang sangat besar.

Kepri, kata dia, sangat membutuhkan pembangunan Jembatan Babin dan Pelabuhan Tanjungsawuh ini. Apalagi, Batam semakin jenuh sehingga butuh kawasan baru untuk pengembangan pemukiman penduduk dan industri.

Salah satu daerah pengembangan Batam adalah Bintan yang juga akan berdampak ke Tanjungpinang. Dengan demikian, Jembatan Babin ini akan menyatukan tiga daerah administrasi sekaligus.

Gubernur, kata Naharuddin, sudah lama meminta pembangunan Jembatan Babin ini ke pemerintah pusat, namun baru kali ini dapat respon langsung dari Presiden.

Nurdin melihat, salah satu upaya cepat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepri adalah dengan menyatukan tiga daerah ini. Jembatan tersebut akan memperkuat transportasi, arus barang, mobilisasi orang, sektor wisata dan ekonomi Kepri.

Apalagi, gubernur berharap ada perimbangan kekuatan ekonomi di Kepri dan jangan hanya bertumpu di Batam. Apabila ekonomi Batam sedang jatuh, masih ada daerah lainnya jadi tumpuan.

Yang terjadi saat ini, ketika ekonomi Batam lumpuh, maka menyeret daerah lainnya. Hal itu karena ekonomi Kepri 71 persen berputar di Batam.(MARTUNAS SITUMEANG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here