Bawa Narkoba 30 Kilo, Ancaman Pidana Mati

0
205
Polda Kepri konferensi pers terkait penanganan Narkotika jenis Sabu seberat 30 kilogram, Senin (26/8)

BATAM ā€“ Ditpolairud Polda Kepri berhasil mengamankan Narkotika jenis sabu sebanyak 30,8 kilo gram. Disampaikan melalui konferensi pers yang digelar di Mapolda Kepri, Senin (26/8) oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga. Didampingi Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta dan Kabag Wassidik Ditresnarkoba Polda Kepri Akbp C.P. Sinaga.

Para pelaku melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Erlangga menuturkan, empat tersangka berhasil diamankan inisial IS (43) dan inisial SY (34) yang berperan sebagai pengambil barang dari Malaysia, inisial PT alias D (30) berperan sebagai pengambil barang dari IS dan SY di wilayah Bengkong Batam. Inisial NS (33) berperan sebagai penerima barang dari saudara PT alias D di Ruko Botania 1 Nongsa.

Barang Bukti adalah 30 bungkus plastik warna kuning emas merk Guanyinwang berisikan serbuk Kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat 30.837 gram atau 30.8 kg dengan empat buah ember merk Duckhams, satu unit pompa air merk Shimizu, dua paspor, baju wearpack warna merah dan biru, empat unit Handphone dan dua unit mobil yaitu Innova hitam dan Lancer merah.

Terkait kronologis pengungkapan ia menuturkan, bermula dari patroli dari penyidik Ditpolairud Polda Kepri di daerah perairan perbatasan antisipasi masuknya Narkoba ke wilayah Batam, Jumat (23/8) sekitar pukul 06.00 pagi.

Sekitar pukul 08.45 wib dijumpai satu unit speed boat dengan membawa penumpang dua orang dan dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa Speed Boat tersebut berlayar dari Out Port Limit (OPL) tujuan Batam. Kemudian dilakukan pemeriksaan barang-barang milik dua orang inisial I S dan S Y tersebut ditemukan serbuk kristal diduga Narkotika jenis sabu. Dibungkus dengan menggunakan plastik warna kuning emas merk Guanyinwang sebanyak 30 bungkus dan disimpan di dalam empat buah ember oli

modus operandi para tersangka yang akan berangkat menuju Johor Malaysia menggunakan jalur resmi dan menginap satu hari. Keesokan harinya mereka menemui inisial AP status DPO dan Inisial PT status DPO warga Malaysia di wilayah pantai Sungai Rengit Malaysia yang sudah mempersiapkan kapal speed boat berisi barang berupa empat ember oli atau gemuk yang isinya diganti dengan sabu. Setelah itu IS dan SY berangkat menuju salah satu kapal tanker di daerah OPL, cara yang dilakukan merupakan kamuflase dari para pelaku yaitu seolah-olah mereka adalah sebagai salah satu teknisi di kapal tersebut.

Selanjutnya penyidik Ditpolairud bersama dengan Dit Resnarkoba Polda Kepri melakukan pengembangan kasus berupa control delivery dan berhasil mengamankan tersangka lain dengan inisial PT alias D yang sedang berada di Pantai Bengkong untuk menunggu Narkotika jenis Sabu tersebut datang lalu akan di bawa ke salah satu ruko di wilayah Botania, Nongsa Batam dengan menggunakan Mobil Lancer warna Merah.

Pengembangan berlanjut mengarah ke lokasi tempat penampungan barang tersebut di wilayah Botania dan berhasil mengamankan tersangka Inisial NS yang bekerja sebagai karyawan tokoh milik AP (DPO). Peran NS sendiri adalah penerima barang dan menaruhnya di mobil Innova Hitam. Dari keterangan para pelaku mereka telah melakukan pekerjaan pengiriman sabu dari malaysia sebanyak lima kali mulai dari awal tahun 2019. Dengan menerima upah sebesar Rp15 juta. (pat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here