Bawaslu Awasi Akun Medsos

0
158
Rini Pratiwi

Media sosial (medsos) menjadi pilihan para calon anggota legislatif (caleg) untuk berkampanye. Salah satu medsos yang paling banyak digunakan caleg, adalah akun Facebook (Fb). Oleh sebab itu Bawaslu Provinsi Kepri mengawasi kampanye di media sosial.

TANJUNGPINANG – Pantauan Tanjungpinang Pos, caleg tersebut sudah mulai mengupload fotonya, nama lengkap, nomor urut, partai politik (parpol) sampai dengan daerah pemilihan (dapil). Baik itu caleg anggota DPRD kabupaten/ kota maupun Provinsi Kepri.

Saat ini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepri sedang memantau akun di medsos. Baik itu akun resmi medsos yang dimiliki partai politik (parpol) sampai dengan akun pribadi milik caleg tersebut.

Akun medsos yang sedang diawasi Bawaslu Provinsi Kepri, mulai dari akun Fb, Instagram dan medsos lainnya.

”Akun resmi yang sudah didaftar oleh parpol ke KPU maupun nonresmi tetap kita awasi. Akun nonresmi ini, bisa jadi milik pribadi si caleg tersebut,” kata Devisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi Kepri, Idris kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (9/10).

Idris mengatakan, Peraturan Bawaslu Nomor 28 Tahun 2018 tentang Pengawasan Kampanye Pemilu sudah jelas. Di pasal 27 ayat 1 berbunyi pengawasan media sosial yang dilakukan oleh peserta Pemilu sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (1) huruf e dilakukan dengan memastikan akun media sosial paling banyak 10 (sepuluh) untuk setiap jenis aplikasi dan mendapatkan daftar akun media sosial dari KPU sesuai dengan tingkatannya.

Sedangkan di ayat 2, selain melakukan pengawasan akun media sosial yang didaftarkan di KPU, pengawas Pemilu melakukan pengawasan akun media sosial yang tidak didaftarkan. Pasal 3, pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan terhadap kesesuaian antara materi dan/atau ujaran kampanye sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kalau di ayat 4, pengawas pemilu memastikan akun media sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib ditutup pada hari terakhir masa kampanye.

Kemudian, di pasal 28 ayat 1, pengawas Pemilu melakukan pengawasan iklan kampanye melalui media cetak, elektronik, media dalam jaringan, media sosial dan internet dengan memastikan. Huruf a berbunyi materi iklan kampanye memuat visi, misi dan program peserta pemilu.

Selagi tidak mengandung sara, kampanye hitam dan sejenis tidak jadi masalah. Intinya Bawaslu tidak bisa mengatakan boleh menggunakan medsos milik pribadinya untuk kampanye.

”Boleh tidaknya ada di pelaksana kampanye. Kalau kita tetap mengawasi akun di medsos,” ucap dia.

Bawaslu tidak akan segan-segan untuk memberikan tindakan, apabila terdapat peserta pemilu melakukan kampanye yang mengandung isu sara, kampanye hitam dan sejenisnya.

Untuk menghindari itu semua, diharapkan peserta pemilu termasuk para caleg mengikuti aturan selama pemilu.

”Kalau caleg ingin kampanye di medsos, silahkan ke tim pelaksana kampanye dari masing-masing parpol. Karenakan setiap parpol sudah ada LO,” sebut dia.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tanjungpinang, pihaknya sudah memberikan kepercayaan kepada operator PKB untuk memposting masing masing caleg ke media sosial seperti Facebook dan Instagram.

”Karena jumlah caleg banyak, maka operator harus mem-posting dengan sistem per dapil. Misalnya setelah beberapa caleg di dapil Tanjungpinang sudah di-posting, maka giliran caleg dapil lainnya yang di upload,” ujarnya.

Rini sendiri menggunakan Facebook maupun Instagram lebih ke kegiatan pribadi bukan untuk kampanye pemilu.

”Sekarang saya baru menggunakan Fb dan Instagram untuk kagiatan pribadi. Memang ada beberapa caleg menggunakan Fb untuk kampanye karena dianggap efektif menjangkau pemilih di manapun berada,” kata Rini.

Ditambahkan, pihaknya mengerti dan memahami semangat kampanye yang diatur dalam Undang-Undang No 7 tentang Pemilu dan PKPU 23 Tahun 2018 tetang Kampanye Pemilu adalah kesetaraan antara caleg. Sehingga diperlukan komunikasi secara langsung antara caleg dengan pemilih.

”Tak hanya mengandalkan seranga udara seperti baleho dan medsos, namun lebih ke tatap muka langsung dengan pemilih,” katanya.

Sedangkan menurut Fatahurrahman, salah satu caleg dari Partai Amanat Nasional di dapil Tanjungpinang Timur, sejauh ini pihaknya lebih banyak melakukan diskusi dengan pemilih model tatap muka langsung. ”Lebih ke menyerap aspirasi warga dan aspirasi warga itu yang akan kita perjuangkan kalau duduk Dewan nanti,” katanya.

Soal kampanye di medsos, Fatahurrahman juga menyerahkan sepenuhnya kepada akun medsos yang didaftarkan.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here