Bawaslu Cabut Stiker Caleg di Mobil

0
221
BAWASLU Tanjungpinang mencabut stiker caleg yang dipasang di mobil milik peserta pemilu, belum lama ini. F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

Anggap Citra Diri

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepri menilai beranding mobil salah satu pencitraan diri, yang dilakukan peserta Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019, dalam hal ini calon legislatif (caleg).

TANJUNGPINANG – Oleh karena itu, Bawaslu langsung melepaskan stiker caleg yang dipasang di mobil milik peserta pemilu tersebut. Baik itu, stiker mobil milik caleg anggota DPRD kota, caleg anggota DPRD provinsi, calon anggota DPD. Kebanyakan, peserta pemilu pasang foto beserta nomor urut, nama dan partainya di kendaraan transportasi umum.

”Alhamdulillah, sudah kita amankan stiker yang dipasang di mobil itu,” kata Idris, Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi Kepri kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (5/2).

Karena menurut Idris, stiker mobil yang telah dipasang oleh peserta pemilu telah melanggar ketentuan berdasarkan Surat Edaran (SE) 1990 tentang metode kampanye. Larangan tersebut tidak hanya berlaku pada transportasi umum saja. Tetapi, kendaraan milik pemerintah juga dilarang untuk memasang stiker peserta pemilu.

”Sampai sekarang kita belum temukan stiker mobil terpasang di mobil milik pemerintah,” terang dia.

Sebelum melepaskan, katanya, Bawaslu sudah mengirim surat pemberitahuan kepada LO masing-masing. Baik itu LO caleg dari partai politik (parpol) masing-masing, maupun LO calon DPD RI.

Intinya, Bawaslu memberikan kesempatan kepada peserta pemilu untuk melepaskan sendiri beranding mobil tersebut. Apabila tidak diindahkan, maka pihak Bawaslu yang akan langsung melepaskan beranding mobil tersebut.

Surat ini, katanya, juga berlaku pada penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) milik peserta pemilu. Yang ditertibkan, adalah melebihi jumlah APK yang telah diberikan ke peserta pemilu. Kemudian, melebihi ukuran, serta berbeda desain APK milik caleg tersebut.

”Ditambah lagi, pemasangan APK tidak pada zona yang diberlakukan. Artinya, mereka pasang APK di luar zona tersebut,” sebut dia.

Dari pantauan Tanjungpinang Pos, banyak caleg yang memasang APK yang merusak keindahan kota.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here